Bupati Katingan Sakariyas bersama Camat Tasik Payawan saat meninjau desa Petak Bahandang kecamatan Tasik Payawan, pada pasca banjir beberapa hari yang lalu. (Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Pasca banjir tiga pekan yang lalu, ekonomi masyarakat Katingan berangsur-angsur mulai pulih, dan kini sudah normal kembali. Hampir semua masyarakat di 11 wilayah dari 13 kecamatan yang dilanda banjir, kini sudah normal kembali.
Camat Tasik Payawan, Yansen S.Sos kepada sejumlah media mengatakan, semua masyarakatnya di desa-desa sudah dua pekan ini menjalankan aktivitasnya seperti biasa (normal) seperti sebelum banjir. “Nyaris tidak mengalami kendala. Sehingga masing-masing kepala keluarga dapat mencukupi segala kebutuhannya. Terutama kebutuhan sandang dan pangan,” ujar Yansen, Senin (12/10).
Desa-desa yang sudah menjalankan aktivitasnya secara normal pasca banjir adalah masyarakat yang tinggal di desa Handiwung, Petak Bahandang, Luwuk Kiri, Luwuk Kanan, Tewang Tampang dan Talengke.
“Masyarakat sudah kembali bertani, mencari ikan dan berbagai jenis pekerjaan lainnya yang sekiranya dapat memperoleh hasil untuk mencukupi segala kebutuhan rumah tangganya masing-masing,” terangnya.
Khususnya LPG bersubsidi (isi 3 Kg) di kecamatan tersebut, sampai hari ini menurutnya, meskipun harganya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) namun masih bisa terjangkau atau dibeli oleh masyarakat setempat. “Yang penting, barangnya ada, meskipun harganya berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu/tabung,” jelas mantan Kabag Kesra ini.
Di tempat terpisah, dengan nada yang sama, Camat Mendawai Rusli Kaderi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ekonomi masyarakat di wilayahnya pada saat ini juga normal kembali.
“Masyarakat desa Tumbang Bulan sudah sepekan ini ekonomi mereka normal kembali. Tidak ada satu orangpun masyarakat kami yang mengeluh soal sakitnya beraktivitas di tengah situasi pandemi covid-19 ini,” aku Rusli.
Begitu pula soal kebutuhan LPG bersubsisi (isi 3 Kg). Meskipun harganya di atas HET, namun tidak pernah mengalami kelangkaan. “Semua kebutuhan LPG di wilayah kami, selalu didistribusi dari Sampit (Kotim), dengan harga sekitar Rp35 ribu/tabung,” ujar mantan Kabag Ekonomi ini. (Kas/aw)













