Kelompok pengrajin olahan Kopi Mantir di Desa Riam Tinggi langsung mencoba peralatan pengolahan kopi hibah dari Pemkab Lamandau, disaksikan Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana (25/11). (Media Dayak)
Nanga Bulik, Media Dayak
Jika betul-betul dikelola dan dikembangkan secara maksimal, sebenarnya banyak potensi yang bisa dijadikan produk unggulan daerah. Salah satunya adalah olahan Kopi Mantir yang kini mulai dikenal masyarakat.
Sebab itu, Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, meminta agar semua desa di kabupaten Lamandau dapat mencari apa keunggulan desanya, sehingga kedepannya bisa dikembangkan lebih baik lagi.
Demikian disampaikannya, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Riam Tinggi, Kecamatan Delang, beberapa waktu lalu. Bahkan pihaknya juga siap mendukung pengembangannya. “Masyarakat bisa menggali potensi yang ada, untuk dikembangkan dengan maksimal dan pemerintah daerah akan mendorong serta memberikan pembinaan,”ungkapnya.
Seperti yang kita lakukan hari ini, lanjut dia, guna mendukung pengembangan produk lokal, khususnya olahan kopi, kita menyerahkan hibah peralatan pengolahan kopi kepada kelompok pengrajin kopi olahan Kopi Mantir.
Diketahui, bantuan yang diserahkan senilai Rp 29 juta yang terdiri atas alat pengemas, kertas kemasan double clip, kertas stiker kemasan paket, mesin penepung biji-bijian dengan kapasitas 50 kg dan mesin grinder. “Kenapa bantuan Rp 29 juta saja sampai harus bupati datang kesini? Karena keinginan kuat saya dalam rangka membangun mimpi masyarakat, membangun UMKM,”katanya.
Ditambahkan dia, hal itu juga sebagai bentuk apresiasi dan perhatian dirinya terhadap keinginan masyarakat Kabupaten Lamandau yang ingin maju. Kecamatan Delang, adalah satu kecamatan yang telah ditetapkan sebagai kawasan wisata alam dan budaya di Kabupaten Lamandau.
Pemkab Lamandau memberikan dukungan kepada pelaku wisata dalam mengembangkan sarana dan produk belanja bagi wisatawan dengan membantu pendirian showroom kerajinan yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2019 lalu. (Tin/Rsn)













