MENUNJUKAN – Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, bersama Sekda, M Irwansyah dan Ketua DPRD Lamandau, M Bashar, menunjukkan olahan serbuk jahe instan Julak Baka, dalam satu kegiatan rapat beberapa waktu lalu Kamis (11-3-2021). (Ist/Media Dayak)
Nanga Bulik, Media Dayak
Selain dipasarkan secara manual, produk olahan Jahe dari Desa Kina, Kecamatan Batang Kawa kini juga dipasarkan melalui Lamandau store. Bahkan Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, secara langsung juga turut mempromosikan olahan jahe instan yang diberi label Julak Baka itu, Kamis (11/03).
Julak Baka merupakan kepanjangan Jahe Unggulan Laman Kina Batang Kawa. Julak Baka sengaja diambil sebagai merek produk olahan jahe asli hasil budidaya dari desa Kina kecamatan Batang Kawa.
“Selain menerapkan adaptasi kebiasaan baru ditengah pandemi, menjaga imun tubuh dengan rutin berolahraga dan mengkonsumsi makanan/minuman yang menyehatkan, salah satunya jahe juga sangat penting,”ucapnya dalam satu kegiatan rapat beberapa waktu lalu.
Jahe, kata dia, merupakan salah satu tanaman rempah-rempah yang kini terus didorong Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk menjadi tanaman unggulan.
“Seperti kita tau, Keseriusan masyarakat Lamandau akan budidaya tanaman jahe terlihat dengan adanya olahan jahe serbuk atau jahe instan kemasan yang di produksi oleh masyarakat Desa Kina kecamatan Batang Kawa,”jelasnya.
Ditambahkan dia lagi, hasil panen jahe masyarakat kita, diolah dan dikemas menjadi minuman jahe serbuk dengan komposisi jahe murni tanpa bahan pengawet dan kimia, sehingga aman dan menyehatkan. Gerakan Minum Jahe tersebut merupakan tindak lanjut dari Kunker Bupati Lamandau pada acara Panen Raya Jahe di Desa Kina pada tanggal 24 Februari 2021.
Bahkan, untuk mendukung promosi produk jahe instant ini secara berkala disetiap rapat–rapat maupun acara lainnya akan selalu disajikan minuman jahe JULAK BAKA dan Kopi Mantir dari Desa Riam Tinggi. Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, Bupati Lamandau berharap dinas-dinas di lingkup Pemkab Lamandau dapat menerapkan kebijakan dukungan ini di OPD-nya masing-masing.
“Hal ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam memajukan sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM di Kabupaten Lamandau, serta dalam upaya menjaga imunitas masyarakat ditengah pandemi saat ini,”jelasnya.
Diharapkan pula, munculnya produk-produk ini dapat menginspirasi dan memacu bagi Desa-desa lainnya untuk berinovasi menggali potensi yang ada di desanya masing-masing. Menurut Hendra, dukungan terhadap inovasi masyarakat adalah implementasi dari visi Kabupaten Lamandau yakni bergerak cepat membangun Kabupaten Lamandau Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Kabupaten Lamandau Juara (Jujur, Unggul, Adil, Relegius Dan Aman).
“Memperkuat kemandirian ekonomi berbasis sektor unggulan dan kelestarian lingkungan hidup dengan sasaran meningkatnya daya saing perekonomian daerah berbasis sektor unggulan merupakan langkah kita dalam meningkatkan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Tin/Rsn)













