Bupati Kobar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Sejumlah Sekolah

Bupati Hj. Nurhidayah saat meninjau program Makan Bergizi Gratis di SDN 7 Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kobar, Kamis (12/3) (Media Dayak/Ist)

Pangkalan Bun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar)  Hj. Nurhidayah meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di beberapa sekolah guna memastikan kualitas menu, proses pengolahan, serta distribusi makanan kepada siswa berjalan baik, pada  Kamis (12/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di TKN Pembina, SDN 7 Madurejo, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Madurejo untuk melihat secara langsung proses penyediaan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada siswa penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berdialog dengan pihak sekolah dan para siswa guna mengetahui tanggapan mereka terhadap program makan bergizi gratis yang saat ini mulai dilaksanakan di wilayah Kobar. 

Program Makan Bergizi Gratis di Kotawaringin Barat saat ini dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan sasaran sekitar 1.800 siswa setiap hari yang tersebar di sejumlah sekolah penerima manfaat.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memantau pelaksanaan program ini agar kualitas menu, proses pengolahan hingga distribusi makanan benar-benar berjalan baik sehingga anak-anak menerima makanan yang layak,” ujar Nurhidayah.

Ia menjelaskan dalam program tersebut terdapat skema anggaran tertentu yang mencakup biaya makanan serta kebutuhan operasional lainnya yang selama ini kerap menjadi pembahasan di tengah masyarakat.

“Nilai anggaran itu memiliki beberapa kategori, mulai dari Rp8.000 hingga Rp10.000 untuk makanan, sementara sisanya digunakan untuk operasional seperti bahan baku, fasilitas dapur, serta kebutuhan pendukung lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, skema tersebut juga diterapkan dalam pelaksanaan program di Kobar, namun pemerintah daerah tetap melakukan evaluasi terutama terkait variasi menu makanan yang diberikan kepada para siswa.

“Menu makanan memang perlu terus dievaluasi karena anak-anak tidak selalu menyukai makanan yang sama, sehingga perlu variasi setiap hari agar mereka tetap tertarik mengonsumsi makanan yang disediakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan kualitas makanan juga tetap diawasi oleh tenaga ahli guna memastikan makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak sekolah.

Selain itu, sebagian bahan baku makanan masih dipasok dari Pulau Jawa sehingga turut mempengaruhi biaya operasional dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis di Kabupaten Kobar.

“Kita tidak bisa serta-merta menyalahkan soal nilai anggaran karena bahan baku masih banyak dipasok dari luar daerah, sehingga pemerintah perlu memantau langsung agar kualitas makanan tetap terjaga,” jelasnya.

Bupati menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima siswa agar kualitas dan kelayakan konsumsi tetap terjaga.

“Kami memastikan proses pengolahan, waktu pengantaran hingga makanan sampai ke sekolah tetap terjaga kualitasnya sehingga anak-anak menerima makanan yang masih hangat, bergizi dan layak dikonsumsi,” pungkasnya. (MMC Kobar/Rd/Lsn/Aw)

 

image_print

Pos terkait