MELIHAT – Kepala Pelaksana BPBD Damkar Barito Timur (Bartim), Riza Rahmadi, didampingi Sekdes Muara Palantau, saat melihat Jalan Desa Muara Palantau yang tergenang air. (Media Dayak/TL/RHF)
Tamiang Layang, Media Dayak
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur Bartim), Riza Rahmadi bersama beberapa staf memantau banjir atau permukaan air di Desa Muara Palantau Kecamatan Pematang Karau, Senin, 20 September 2021.
Riza mendatangi desa tersebut melalui jalur air dari Desa Dayu Kecamatan Karusen Janang menggunakan perahu bermotor dengan waktu tempuh hampir 1,5 jam.
“Kita memantau perkembangan permukaan atau luapan air sungai di Desa Muara Palantau untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi serta mengetahui langkah-langkah apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat di sini,”kata Riza saat tiba di Muara Palantau.
Karena itu, Riza meminta pemerintah desa untuk selalu melaporkan perkembangan di desa jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan air sungai dalam 2 hari terakhir mengalami kenaikan. Kendati demikian warga setempat menyebut kondisi saat ini masih dalam batas aman karena lantai rumah warga dan jalan di pemukiman tidak digenangi air. Hanya jalan menuju desa sepanjang satu kilometer yang tergenang.
“Ini karena luapan air hanya dari Sungai Takuam sehingga kenaikan air masih dalam batas wajar,”kata Sekretaris Desa Muara Palantau, Alfiansyah saat ditemui di kediamannya.
Namun, lanjut dia, jika sungai lain seperti Sungai Karau, Paku, dan Sungai Dayu juga mengalami limpahan air berlebih maka akan membahayakan Desa Muara Palantau.
“Kalau 3 sungai itu ikut banjir juga, maka banjir di sini bisa sampai satu bulan baru surut,”ucapnya.
Meski berstatus aman, namun akibat kenaikan permukaan sungai di desa tersebut lahan pertanian tidak bisa difungsikan karena tergenang air yang cukup dalam.
Desa Muara Palantau yang berada di pinggir sungai dan daerah rawa, dihuni oleh 466 kepala keluarga atau 1.998 jiwa. (TL/RHF)












