Barito Utara Ada 4 Agen dan 155 Pangkalan Gas Elpiji

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Barito Utara, Ir H Jainal Abidin

 

Bacaan Lainnya

Muara Teweh, Media Dayak

Dalam rapat pengendalan inplasi gas elpiji 3 Kg yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara (Barut) serta unsur FKPD di aula Setda Lantai I, diketahui bahwa di kabupaten Barito Utara ada 4 agen yaitu dan 155 pangkalan gas elpiji 3 kg.

“Sesuai data dari Pertamina di Kabupaten Barito Utara (Barut), ada 4 agen gas elpiji 3 Kg. Ke 4 agen tersebt yaitu PT Borneo Berdikari Mulya dengan 63 pangkalan, PT Cahaya Barito Migas dengan 34 pangkalan, PT Rayya Aira Bersaudara dengan 21 pangkalan dan PT Daya Cipta Muliatama dengan 31 pangkalan (155 pangkatan),” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara Ir H Jainal Abidin saat rapat, diaula Setda Lantai I, Selasa (18/04/2023).

Dikatakan, H Jainal Abidin, untuk kuota elpiji 3 kg di Kabupaten Barito Utara pada tahun 2022 adalah 2.368 MT yang telah didistribusikan sejumlah 735.840 tabung.

“Sedangkan tahun 2023 untuk kuota Kabupaten Barito Utara sejumlah 2.399 MT dengan cadangan sejumlah 160 MT, yang diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu/miskin, usaha kecil mikro dan nelayan tradisional,” jelas H Jainal Abidin.

Lebih lanjut, Jainal Abidin, mengatakan,  untuk ketetapan harga berdasarkan Surat Keputusan Bupati Barito Utara Nomor : 188.45/396/2021 tentang Penetapan Harga Jual Eceran Tertinggi LPG tabung 3 kg adalah Kecamatan Teweh Tengah dan Kecamatan Teweh Baru Rp24.000, Kecamatan Teweh Selatan Rp25.000,/kg, Kecamatan Teweh Timur Rp.28.000/kg, Kecamatan Gunung Purei dan Kecamatan Lahei Barat Rp. 30.000/kg, Kecamatan Gunung Timang Rp 27.000/kg.

Sementara, Bupati Barito Utara, H Nadalsyah, menyampaikan agar pada agen yang ada di Barito Utara notabene regulasinya diatur oleh pemerintah agar tidak main-main dengan harga penyaluran gas elpiji 3 kg.

“Tolong jangan main-main, tolong dicamkan, pemerintah daerah juga bisa menindak agen nakal kami memiliki data-data pangkalan nakal yang selama ini masih dalam tahap pembinaan, tapi kalau tidak bisa dibina lagi maka aparat hukum yang akan masuk kesana,”tegas Bupati.

Karena, kata Bupati, ini untuk kebutuhan masyarakat jangan sampai rapat berulang-ulang untuk masalah ini, kita akan tingkatkan pengawasan dengan membuat pos-pos di titik-titik pangkalan dan agen, untuk mencatat berapa keluar masuk barang dan untuk memantau transaksi penjualan dengan pangkalan.

Dalam rapat pengendalian tersebut, dihadiri Bupati Barito Utara H Nadalsyah, Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekretaris Daerah, Drs. Muhlis, unsur FKPD, Kepala Perangkat Daerah Barito Utara, Camat se Barito Utara, Lurah serta perwakilan dari agen penyaluran LPG. (lna/rsn)

image_print

Pos terkait