Badan Jalan Sarerangan-Pajangei Terancam Putus, Dewan Minta Perhatian Dinas Terkait

Anggota DPRD Gumas Evandi (atas). Badan jalan pada ruas jalan Desa Sarerangan-Tumbang Pajangei Kecamatan Tewah terancam putus akibat longsor (bawah). (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Badan jalan pada ruas jalan Desa Sarerangan-Tumbang Pajangei Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) saat ini terancam putus akibat longsor yang disebabkan air hujan yang alirannya dipengaruhi topografi di lokasi tersebut. Kondisi itu mengundang perhatian anggota DPRD Gumas Evandi.

“Kita berharap Pemkab Gumas melalui dinas terkait dapat segera turun lapangan untuk melihat kondisi badan jalan, mengingat kewenangan penanganannya ada di Pemkab Gumas,” ujar Evandi, Selasa (23/4).

Evandi menegaskan, apabila tidak segera dilakukan penanganan, kerusakan badan jalan itu akan semakin parah, bahkan akan segera terputus.

“Kalau terputus, akan menghambat aktivitas lalu lintas barang dan orang dari Kuala Kurun- Desa Sarerangan-Tumbang Pajangei-Tewah,” ucap wakil rakyat dapil III Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara (Kahut), Miri Manasa dan Damang Batu itu.

Ia lantas mengimbau masyarakat yang melintas di lokasi tersebut untuk berhati-hati, karena apabila tidak berhati-hati bisa mengancam keselamatan.

Politikus Nasdem itu pun berpandangan, selain penanganan oleh pemkab, perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah itu, juga harus memiliki kepedulian dan segera tanggap dengan turut serta melakukan penanganan agar kerusakan tidak semakin parah yang berujung pada putusnya badan jalan.

“Baiknya sebelum penanganan oleh pemkab, pihak PBS yang beroperasi di wilayah itu harus lebih dulu melakukan aksi penanganan. Jangan sampai sudah ada jatuh korban penanganan dilakukan,” tegas Evan, sapaan akrabnya.

Penanganan oleh PBS, lanjut Evan, membuktikan perusahaan memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, mengingat kehadiran perusahaan harus memberi kemaslahatan bagi masyarakat dan daerah.

“Badan jalan itu kerusakannya tidak akan seperti saat ini apabila PBS yang beroperasi di wilayah itu sejak awal segera tanggap dan melakukan penanganan, tapi nyatanya pihak perusahaan terkesan lamban dan mengabaikan keadaan yang ada,” tegasnya.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat Gumas Anthony L Djaga berharap kerusakan badan jalan secara bertahap dapat ditangani baik oleh pemkab maupun kepedulian PBS sehingga fungsional, mengingat ruas jalan yang ada merupakan akses masyarakat menuju objek wisata situs Tambun Bungai di Desa Tumbang Pajangei yang menjadi salah satu destinasi wisata menarik di Gumas.

“Itu merupakan ruas jalan kabupaten yang harus mendapat penanganan, baik penanganan sementara maupun secara permanen, untuk memberikan kelancaran aktivitas lalu lintas barang dan orang dari Kuala Kurun-Desa Sarerangan-Tumbang Pajangei-Tewah,” ujar Anthony. (Nov/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait