Aspeksindo Kembangkan Program Sejuta Nelayan Berdaulat

Mantan Menteri Kelautan RI Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS menyerahkan buku Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia kepada Dr H Suwearno Muriyat SAg MPd Plt Kadis Kominfo Kabupaten Kapuas pada kegiatan Aspeksindo belum lama ini.(Media Dayak/Ist)

Pengurus Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) yang baru saja dikukuhkan oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko akhir bulan lalu di Hotel Novotel Balikpapan bergerak cepat dengan menggandeng Kemenko Maritim selenggarakan Seminar Nasional sekaligus memperingati Hari Nelayan yang jatuh setiap tanggal 6 April.

Adapun Seminar Nasional yang digelar di awal pekan lalu di Telkom Landmark Tower (TLT) Jakarta dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sekaligus launching Program Satu Juta Nelayan Berdaulat melalui dukungan Teknologi 4.0. Menko Luhut berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.

Bacaan Lainnya

“Program Satu Juta Nelayan Berdaulat ini dilatarbelakangi oleh fakta kekayaan laut Indonesia menurut data United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 2017 sebesar US$ 2,5 triliun pertahun, namun baru dapat dimanfaatkan sebesar 7 pwersen karena minimnya teknologi dan aplikasi yang mensupport para nelayan untuk mencari ikan,” papar Luhut.

Hal senada diutarakan sejumlah pakar Sistem dan Permodelan Perikanan, Pelaku Usaha Perikanan maupun Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga yang mengenalkan layanan aplikasi dan komunikasi industri maritim, yakni USAT (Ultra Small Aperture Terminal).

Sementara itu Dr H Suwarno Muriyat Plt Kadis Kominfo yang hadir bersama Ir Darmawan Kadis Perikanan Kabupaten Kapuas kepada awak media, Minggu (21/4) menyampaikan, seyogianya seminar itu akan dihadiri Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT yang telah dikukuhkan sebagai Wakil Bendahara Aspeksindo periode 2018-2022.

“Seyogiyanya Bapak Bupati Kapuas sangat ingin hadir, namun pada saat yang bersamaan beliau telah menjadualkan kunjungan kerja ke daerah hulu Kapuas,” ucapnya.

Lebih jauh H Suwarno menambahkan bahwa layanan USAT yang baru di launching menggunakan teknologi TDMA milik THISS (outbound and inbound management) memungkinkan penghematan penggunaan transponder bandwidth  dan membuat harga layanan airtime tetap terjangkau.

“Layanan itu dapat menjangkau seluruh perairan Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam bahkan sampai ke wilayah laut Cina Selatan yang strategis. Secara khusus, layanan ini mentargetkan kapal-kapal kecil, baik di skala regional maupun untuk daerah pesisir, misalnya  pada sektor perikanan dan layananoffshore, akan memainkan peran penting dalam usaha me-modernisasi industri seperti perikanan, manajemen kapal yang efisien, dan untuk meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan jutaan para pelaut,” katanya.

Terakhir, H Suwarno menyatakan, Diskominfo dan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas atas ijin Bapak Bupati Kapuas akan segera memperkenalkan aplikasi dan tekhnologi ini kepada para nelayan agar mereka dapat mengetahui daerah tangkapan yang banyak, perkiraan bahan bakar yang diperlukan serta dapat berkomunikasi dan bertransasksi dari tengah laut.(hmskmf)

image_print

Pos terkait

Berita Olahraga Pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.