Mobil korban, Edward Panjung, PNS DLH Kabupaten Katingan, dengan kaca pintu bagian depan sebelah kanannya sudah dalam keadaan pecah.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan, Eduard Panjung nyaris menjadi korban perampokan setelah mengambil (menarik) uang sekitar Rp 90 juta di Bank Kalteng cabang Kasongan yang terletak di jalan Tjilik Riwut kilometer 2 Kasongan, yang berjarak sekitar 2,5 kilometer kantor DLH, tempat Eduard Panjung bekerja, Rabu siang (2/9).
Eduard Panjung saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis pagi (3/10), kepada sejumlah awak media mengatakan, pada Rabu siang itu, dirinya mengaku tidak punya feeling diikuti perampok, baik saat berada di Bank Kalteng cabang Kasongan, saat di perjalanan dari Bank Kalteng cabang Kasongan menuju kantor DLH Kabupaten Katingan yang berjarak sekitar 2,5 KM maupun setelah sampai di kantor DLH setempat.
Di tempat terpisah, Kapolsek Katingan Hilir Iptu Affan E Batubara saat dikonfirmasi, Rabu siang (3/10) tadi, di Kantor Polsek Katingan Hilir, kepada media membenarkan insiden tersebut. “Memang benar, Eduard Panjung selaku korban. Setelah kejadian langsung ke sini ke kantor kami,” kata Iptu Affan E Batubara.

Kapolsek Katingan Hilir, Iptu Affan E Batubara
Adapun kronologis kejadiannya menurut Iptu Affan Batubara, pada hari kejadian tersebut, Rabu (2/10) wib sekitar pukul 11.30 wib, saat itu korban merupakan bendahara penerima di kantor DLH Kabupaten Katingan berada di Bank Kalteng cabang Kasongan dengan menggunakan mobil milik korban, jenis avanza warna putih dengan nomor Polisi KH 1047 ND, dalam rangka mengambil/menarik uang dari Bank Kalteng Cab Kasongan dengan Nilai sebesar Rp90 juta.
Selang beberapa puluh menit kemudian, atau setelah menarik uang, tepatnya pada pukul 11.44 Wib, uang yang ditarik sejumlah Rp90 juta tersebut dibungkus dengan kresek plastik berwarna hitam. Sampai di mobil dimasukan lagi ke dalam tas berwarna orange (semacam tas Indomaret).
Setibanya dikantor DLH kabupaten Katingan, korban menuju ke parkiran kantor DLH setempat. Kemudian masuk ke dalam kantor dengan membawa plastik berisi uang tersebut. “Saat membawa uang yang Rp 90 juta itu ke kantor DLH, tas yang warna orange itu ditinggalnya di bagian depan mobil pribadinya itu. Sedangkan yang dibawanya hanya uang bersampulkan kresek warna hitam saja,” terangnya.
Selanjutnya, saat korban masuk ke kantor DLH, dalam hitungan menit, tiba-tiba datang sebuah mobil Avanza berwarna silver metalik yang diduga milik para pelaku, langsung masuk ke dalam dalam pagar kantor DLH kabupaten Katingan serta langsung menuju ke tempat parkiran mobil yang dekat dengan mobil korban.
Pelaku menurutnya, datang menggunakan mobil sejenis Avanza berwarna Silver dengan kap mesin berwarna hitam. Beberapa menit kemudian, mobil tersebut langsung pergi dari kantor DLH Kabupaten Katingan. “Oleh karena, waktu isterahat sudah tiba, setelah korban menyerahkan uang yang ditariknya di Bank Kalteng itu kepada temannya di kantor, korban permisi untuk keluar kantor,” tuturnya.
Saat ke luar kantor dan menuju mobil yang diparkirnya, lanjutnya, tiba-tiba korban terkejut. Masalahnya, kaca pintu bagian sebelah kanan mobilnya dalam keadaan sudah pecah berantakan. Bahkan tas warna orange bekas menaruh uang yang ditariknya di Bank Kalteng itu ikut lenyap. Lantaran merasa keberatan keberatan, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polsek Katingan Hilir untuk ditindak lanjuti. “Kejadian ini sudah kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Adapun kendaraan yang diduga digunakan oleh pelaku yang berhasil diketahui dari CCTV yang berada di kantor DLH Kabupaten Katingan, saat ini unit reskrim Polsek Katingan Hilir menurutnya masih berkoordinasi dengan unit Jatanrs Polres Katingan untuk lidik lebih lanjut. “Hal ini kami ketahui saat kami menerima laporan dari korban dan langsung kami datangi TKP, dan langsung mencatat identitas saksi, kronologis kejadian dan lidik lebih lanjut,” pungkas mantan Kapolsek Katingan Tengah ini. (Kas/Aw)












