4 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang Dilantik Bupati Barito Timur

Bupati Barito Timur (Bartim), Ampera AY Mebas, saat melantik dan mengambil sumpah/janji 40 pejabat di lingkungan Pemkab Barito Timur yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas, Jum’at (07/10/2022) (Foto : TL/Media Dayak)

Tamiang Layang, Media Dayak

Bacaan Lainnya
Bupati Barito Timur (Bartim), Ampera AY Mebas, melantik dan mengambil sumpah/janji 40 pejabat di lingkungan Pemkab Barito Timur yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas di Ruang Rapat Bupati, Jum’at (07/10).

Adapun 4 pejabat tinggi pratama yang dilantik, yaitu Forty Rickyannou yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, dilantik menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Pemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Kemudian, Andrunganyan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpolinmas, dilantik menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu.

Herawani yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, dilantik menjadi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga.

Selanjutnya, Darius Adrian yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian, dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

“Dengan dilantiknya para pejabat tersebut, beberapa posisi yang sebelumnya kosong telah terisi. Karena itu, saya minta agar pejabat yang telah dilantik dapat menjalankan peran barunya dengan penuh tanggung jawab serta berkontribusi maksimal dalam pembangunan Barito Timur di segala bidang karena tantangan pembangunan ke depan yang semakin berat,”kata Bupati saat menyampaikan sambutannya.

Menurutnya, sebagai pucuk
pimpinan di organisasi perangkat daerah, para pejabat yang dilantik tentu harus mampu mengarahkan seluruh jajarannya untuk melaksanakan program kerja dan mampu menerjemahkan visi dan misi Pemkab Barito Timur.

“Oleh karena itu kepada pejabat pimpinan tinggi pratama agar dapat
mengindentifikasi permasalahan atau isu-isu strategis di area tugas jabatannya dan memliki kompetensi yang baik sekaligus merealisasikannya,” pesan Bupati.

Dia menambahkan, pejabat pimpinan tinggi pratama dituntut untuk memiliki kompetensi manajerial, kompetensi sosio-kultural maupun kompetensi teknis di bidang tugasnya.

“Banyak pekerjaan rumah yang harus kita bereskan bersama dengan segera menyelesaikan tugas-tugas yang masih perlu pembenahan di segala bidang dan memberikan pelayanan publik yang prima karena sejatinya tugas kita adalah sebagai pelayan bagi masyarakat,”tegas Bupati.

Saat diwawancarai usai pelantikan, Bupati mengungkapkan, masih terdapat 10 jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon IIb yang berstatus sebagai pelaksana tugas atau Plt

“Nanti kita akan meminta izin dari KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) untuk melakukan asesmen bersama eselon IIIa dan IIIb,” jelasnya. (TL/RHF)  

 
image_print

Pos terkait