Tugas Berat Disdagrin adalah Pembangunan Pasar Pendopo

PASAR PENDOPO-Bangunan Pasar Pendopo Muara Teweh yang baru selesai dibangun oleh Pemkab Barito Utara.(Media Dayak/Ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Tugas berat yang dihadapi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara (Disdagrin Barut) adalah pembangunan pasar Pendopo Muara Teweh. Pasar Pendopo ini terbakar pada pertengahan tahun 2019 lalu.

“Saat ini tugas yang paling berat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara adalah Pasar Pendopo. Pasar Pendopo terbakar pada pertengan tahun 2018. Dan pada tahun 2019 sudah mulai kita dibangun,” kata Kadis Dagrin Barito Utara H Hajran Noor.

Dan pada tahun 2020 kata dia masuk anggaran, akan tetapi oleh karena rasionalisasi anggaran, yang artinya anggaran untuk lanjutan pembangunan Pasar Pendopo terhapus. Tidak berlanjut anggaran untuk pembanguan Pasar Pendopo.

“Saat ini kita masih berjuang ditingkat pusat, kita berupaya dan mudah-mudahan masuk dana tugas pembantuan dari pemerintah pusat untuk bisa memback up pembangunan Pasar Pendopo di tahun 2020 ini,” kata dia.

Dikatakan Hajran Noor dirinya selaku Kepala Disdagrin Barito Utara, mempunyai target, Pasar Pendopo sebenarnya rampung pada tahun 2021, sehingga jalur jalan yang ada kawasan Pasar Pendopo tersebut bisa berjalan dengan baik, selama ini masih macet.

“Meskipun jalur Pasar Blauran sudah dilakukan pembenahan dan sudah disiasati. Untuk kedepannya nanti Pasar Blauaran ini nantinya akan masuk ke halaman Pasar Pendopo,” kata dia, Jumat pekan lalu kepada sejumlah wartawan.

Ia juga menjelaskan bahwa bangunan Pasar Pendopo dikonsepkan dengan konsep terbuka, artinya pasarnya terbuka, kemudian jalur jalanya terbuka. Jadi banyak jalur jalan untuk masuk ke Pasar Pendopo.

“Ada 4 (empat) jalur jalan yang bisa masuk Pasar Pendopo, sehingga para pedagang maupun pengunjung tidak ada istilah berada dibelakang, sama konsepnya seperi bangunan Pasar PBB ini, semua ada jalan masuk. Kalau jalur jalan tertutup, para pedagang berada dibelakang merasa akan tersisihkan,” ucapnya.

Lebih lanjut Hajran Noor mengatakan, pasar yang dibangun pemerintah ini sesuai SNI, jadi bangun pasar dalam kota Muara Teweh dilengkap dengan fasilitas mushola, toilet dan fasilitas pendukung lainnya.(lna/Lsn)

 

image_print

Pos terkait