KETUA MUI SAMPAIKAN SAMBUTAN-Ketua MUI Barito Utara KH Rusmadi Darsani Lc memberikan sambutan pada acara pelatihan Juleha tahun 2026, di Masjid Raya Shirathal Mustaqym Jalan Imam Bonjol Muara Teweh, Sabtu (16/5).(foto: Media Dayak)
Muara Teweh, Media Dayak
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara, KH. Rusmadi Darsani menegaskan bahwa pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) merupakan bagian penting dari ikhtiar bersama dalam memastikan masyarakat memperoleh produk daging yang halal, thayyib, dan sesuai ketentuan syariat Islam.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan JULEHA Tahun 2026 yang dilaksanakan di ruang utama Masjid Raya Shirathal Mustaqym Jalan Imam Bonjol Muara Teweh, Sabtu (16/5).
Dalam sambutannya, KH Rusmadi Darsani, Lc menyampaikan bahwa penyembelihan hewan qurban bukan sekadar proses memotong hewan, tetapi merupakan bagian dari ibadah yang memiliki ketentuan syariat dan titik kritis halal-haram.
“Penyembelihan harus dilakukan dengan menyebut nama Allah, menggunakan alat yang tajam, serta dilaksanakan dengan cara yang baik atau ihsan,” ujarnya.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 121 yang menegaskan larangan memakan daging hewan yang tidak disebut nama Allah saat penyembelihannya. Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa proses penyembelihan bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga ibadah yang membutuhkan kesadaran spiritual.
KH Rusmadi Darsani juga menekankan bahwa kehalalan daging qurban tidak hanya ditentukan oleh jenis hewannya, tetapi juga sangat bergantung pada keabsahan proses penyembelihannya.
“Penyembelihan harus memenuhi rukun dan syarat, yakni memotong saluran napas, saluran makan, dan dua urat nadi menggunakan pisau yang tajam,” jelasnya.
Selain aspek halal, ia juga mengingatkan pentingnya prinsip thayyiban atau higienitas dalam proses penyembelihan. Hewan qurban, kata dia, harus dipastikan dalam kondisi sehat, tidak stres, dan diproses secara ASUH yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal guna menjaga kualitas daging yang dihasilkan.
Tidak hanya itu, Ketua MUI Barito Utara tersebut juga menyoroti pentingnya etika ihsan atau kesejahteraan hewan dalam proses penyembelihan. Ia mengingatkan agar pisau tidak diasah di depan hewan qurban dan penyembelihan tidak dilakukan di hadapan hewan lain yang sedang menunggu giliran disembelih.
Menurutnya, pelatihan JULEHA ini juga bertujuan membekali panitia qurban agar tidak hanya memiliki keberanian dalam menyembelih, tetapi juga memahami fiqih serta teknik penyembelihan yang benar sehingga ibadah qurban dapat sah dan diterima Allah SWT.
“Kami berharap para pengurus, takmir masjid, panitia qurban, dan juru sembelih dapat menjadi JULEHA yang amanah. Pastikan setiap takbir yang dikumandangkan saat penyembelihan dibarengi teknik yang benar dan sempurna,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kesalahan teknis dalam proses penyembelihan dapat berdampak pada status kehalalan produk daging yang dihasilkan.
Di akhir sambutannya, KH. Rusmadi Darsani juga berpesan agar panitia tidak memberikan upah kepada jagal atau panitia menggunakan kulit maupun daging qurban. “Upah jagal harus diambil dari dana operasional, bukan dari bagian hewan qurban,” tegasnya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah qurban di Kabupaten Barito Utara serta membawa manfaat besar bagi masyarakat. “Semoga Allah SWT memberkahi ikhtiar kita dan menjadikan qurban tahun ini lebih berkualitas dan maslahat bagi umat,” pungkasnya.(Lna/Aw)













