Ir Setia Budi
Muara Teweh, Media Dayak
Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Barito Utara (Barut), Ir Setia Budi mengatakan investasi di sektor perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit membutuhkan permodalan yang panjang dan jangka panjang.
“Artinya, dalam menanam sawit tidak sesederhana yang kita pikirkan dan butuh proses. Selain membutuhkan permodalan yang besar juga membutuhkan pekerjaan jangka panjang, seperti menanam sawit yang membutuhkan waktu yang lama kurang lebih 5 (lima) tahun baru menggasilkan. Pertanian sifatnya investasi terlebih dahulu, termasuk salah satunya tanaman sawit yang yang dilakukan investasi terlebih dahulu,”kata Setia Budi, Rabu (16/9) di Muara Teweh.
Dikatakannya, perkembangan perkebunan selama di daerah ini banyak menimbulkan persoalan, termasuk PT AGU yang tidak pernah tuntas, selalu ada persoalan. “Kita selaku mitra dari pada investasi tersebut dalam rangka pembinaan mereka,” katanya.
Ia juga mengatakan, kalau persoalan klaim mengklaim lahan sawit sebenarnya tidak harus masuk ke pemerintah daerah, dan silahkan warga atau para penggugat ke pengadilan.
Kenapa? Karena Pemerintah Daerah tidak mungkin menengahi permasalahan tersebut, karena pada akhirnya pemerintah daerah tidak bisa mengambil keputusan. Karena hal itu sudah menyangkut masalah hukum antara perusahaan perkebunan dan warga masyarakat.
“Menyangkut hukum perdata bukan hak, kalaupun menyangkut gugatan hak tempatnya di pengadilan. Karena harus adanya pembuktian secara hukum di pengadilan,” pungkasnya. (lna/rsn)













