Anggota DPRD kota Palangka Raya Subandi. (Media Dayak/ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Penggunaan materai elektronik (e-materai) menjadi salah satu syarat penting yang wajib dipenuhi untuk beberapa dokumen pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Akan tetapi jelang penutupan pendaftaran CPNS, e-materai justru tidak dapat diakses dengan alasan link pembelian e-meterai mengalami gangguan, karena tingginya traffic di situs web mereka.
Permasalahan tersebut memicu kekhawatiran dari pelamar yang belum membubuhkan e-materai, karena masa pendaftaran yang segera habis. Banyaknya keluhan para pelamar CPNS ini kemudian mendapat respon dari anggota DPRD Kota Palangka Raya Subandi.
“Banyak pelamar yang mengeluhkan kendala pembelian e-materai. Hal ini tentu kita sesalkan, karena dikhawatirkan banyak pelamar tidak bisa mendaftar,” kata Subandi, Sabtu (7/9/2024).
Meski demikian, Subandi percaya persoalan e-materai dapat segera diatasi oleh pemerintah agar proses pendaftaran CPNS berjalan lancar tanpa adanya kendala.
Terlebih dia, yakin tahapan CPNS telah disiapkan pemerintah dengan sebaik mungkin. Namun Subandi menyarankan, ada gerak cepat dari pemerintah untuk membantu pelamar yang kesulitan mendapatkan e-materai.
“Salah satunya pemerintah dapat mempercepat proses distribusi e-materai,” ujarnya.
Selain persoalan e-materai, Subandi juga menyoroti adanya formasi yang kosong pelamar. Padahal formasi itu dibuka, karena memang sangat membutuhkan pegawai untuk dapat mengisi kekosongan yang ada. Beredar kabar jika formasi yang kosong pelamar disebabkan akan ditempatkan di kelurahan yang jauh dari pusat kota.
“Sebenarnya kantor-kantor kelurahan di pelosok juga tidak terlalu dari pusat kota. Bahkan masih bisa dijangkau menggunakan kendaraan,” tutupnya.(Ytm/Lsn)













