Palangka Raya, Media Dayak
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR), telah melaksanakan kegiatan penelitian lapangan mengenai Implementasi Nilai Handep Hapakat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 11 Palangka Raya pada Jumat (7/12/2025). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai praktik pelaksanaan MBG di sekolah serta menganalisis sejauh mana nilai budaya lokal handep hapakat tercermin dalam dinamika program tersebut.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti melakukan observasi langsung terhadap proses pendistribusian makanan dan memantau interaksi antara guru, siswa, serta pihak sekolah selama kegiatan MBG berlangsung. Selain observasi, dilakukan pula wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan beberapa orang tua untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan program, manfaat yang dirasakan, serta hambatan yang ditemui di lapangan. Mahasiswa Program Studi Sosiologi turut terlibat dalam kegiatan dokumentasi dan pengumpulan data guna mendukung kelancaran proses penelitian.
Berdasarkan hasil pengumpulan data, diketahui bahwa kegiatan MBG di SMPN 11 Palangka Raya dilaksanakan setiap hari pada jam istirahat kedua. Makanan diserahkan oleh penyedia kepada guru piket, kemudian dibagikan kepada siswa dengan bantuan 3–4 perwakilan dari setiap kelas. Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara guru dan siswa. Siswa turut membantu proses teknis, seperti menurunkan makanan dari kendaraan pengantar serta memastikan pembagian makanan berjalan merata.
Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala, antara lain keterlambatan pengiriman makanan pada hari tertentu, perbedaan selera siswa terhadap menu yang disediakan, serta perlunya pengawasan untuk mencegah antrean yang tidak tertib. Hambatan tersebut diatasi melalui koordinasi antara pihak sekolah dan penyedia makanan serta pengawasan guru selama proses pembagian. Temuan di lapangan juga menunjukkan adanya praktik gotong royong antarsiswa, termasuk berbagi makanan dan saling membantu menjaga kebersihan kelas setelah kegiatan makan.
Wawancara dengan siswa memperlihatkan bahwa orang tua memberikan respons positif terhadap pelaksanaan MBG karena program ini membantu meringankan pengeluaran harian serta memastikan anak memperoleh asupan gizi di sekolah. Selain itu, program MBG dinilai memberikan dampak positif dari aspek pembentukan karakter, seperti peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program turut memperkuat penerapan nilai budaya lokal handep hapakat dalam kehidupan sekolah.
Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG di SMPN 11 Palangka Raya berjalan baik berkat adanya koordinasi antara guru, siswa, orang tua, dan penyedia makanan. Nilai kebersamaan yang muncul dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi model penerapan program berbasis kearifan lokal di sekolah lain. Program Studi Sosiologi FISIP UPR berharap penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan program MBG yang responsif terhadap karakteristik sosial budaya masyarakat Kalimantan Tengah.(Ist/Lsn)









