Di Barut ada 941 UMKM yang Baru Terverifikasi oleh Disnakertrankop dan UKM

PAPARKAN UKM DI BARITO UTARA-Kepala Dinas Nakertranskop dan UKM Barito Utara M Mastur memaparkan keberadaan jumlah para pelaku UKM di Barito Utara kepada Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalteng H Jimmy Carter saat melakukan kunjungan kerja di Dinas Nakertranskop dan UKM setempat.(Media Dayak/ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dari 8.603 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Barito Utara (Barut) hanya 941 UMKM yang baru di lakukan verifikasi oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop dan UKM) setempat yang tersebar di 9 (sembilan) Kecamatan di daerah ini. Hal tersebut berdasarkan data tahun 2020.

                Kepala Dinas Nakertranskop dan UKM Barito Utara M Mastur, di Muara Teweh, Minggu (2/5/2021) mengatakan dari data tahun 2020, sebanyak 941 UMKM yang baru terverifikasi. Hal ini disebabkan terkendala dengan situasi pandemi COVID-19 dan minimnya anggaran untuk melakukan pendataan secara menyeluruh khususnya di Kabupaten Barito Utara.

                 “Namun dengan keterbatasan data tersebut kami tetap melakukan upaya dalam pengembangan UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Barito Utara,” kata M Mastur.

                Menurut Mastur, UMKM di daerah ini sangat beragam jenis bidang usaha, mulai dari bidang usaha kuliner yang menjual makanan dan minuman, usaha sembako yang menjual kebutuhan sembilan bahan pokok, bidang usaha fashion yang menjual pakaian wanita dan pria usia bayi hingga dewas.

                Kemudianbidang usaha kosmetik, bidang usaha otomotif mulai dari servise, pencucian mobil dan motor, bidang usaha kerajinan pembuatan kalung, gelang, tas rajutan, bidang usaha mebel yang menjual perabotan rumah tangga, bidang usaha perikanan yaitu budidaya ikan keramba, bidang usaha peternakan yaitu budidaya ayam petelur dan budidaya madu kelulut.

                Dikatakan mantan Camat Teweh Tengah ini, jenis bidang usaha di daerah ini yang memiliki potensi untuk dikembangkan mulai dari produk makanan, budidaya ikan, budidaya peternakan dan budidaya perikanan, kerajinan rotan dan kerajinan lidi, pertanian dan perkebunan.

                 “Produk makanan yang diproduksi dari hasil pelaku UKM pada umumnya dengan memanfaatkan bahan baku yang dihasilkan dari hasil pertanian seperti pisang dan singkong yang mereka olah menjadi kripik pisang dan keripik singkong dengan menciptakan rasa yang bervariasi sesuai dengan kemapuan berinovasi para pelaku UKM,” kata dia.

                Lebih lanjut Mastur, selain memanfaatkan bahan baku yang dihasilkan dari pertanian, para pelaku UKM juga memanfaatkan potensi alam dengan budidaya perikanan dan peternakan. Di bidang perikanan, pada umumnya banyak pelaku UKM yang mengembangkan budidaya ikan keramba seperti ikan nila, ikan patin dan ikan jelwat.

                 “Mengingat wilayah Barito Utara merupakan daerah yang berada di sepanjang sungai Barito, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan potensi untuk budidaya ikan tersebut,” kata Mastur didampingi Kabid UKM Askari.

                Dari hasil budidaya ikan tersebut jelasnya lafi para pelaku UKM memanfaatkan bahan baku dari ikan untuk dijadikan makanan olahan seperi bakso, kerupuk ikan dan makanan lainnya. Ada juga olahan ikan yang diawetkan seperi ikan wadi atau samu.

                Selain budidaya ikan, peternakan ayam petelur dan peternakan madu kelulut juga dikembangkan oleh pelaku UKM yang ada di daerah ini, mengingat usaha ini cukup memberikan keuntungan karena peternakan ayam petelur merupakan bagian dari kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini.

                Sedangkan peternakan madu kelulut merupakan madu yang lagi berkembang karena dipercaya khasiatnya yang mermanfaat untuk kesehatan tubuh terlebih pada masa pandemik COVID-19, peternakan madu kelulut ini dikembangkan secara perorangan dan kelompok.

                Sedangkan untuk jenis uasah kerajinan yang berbahan baku rotan dikembangkan oleh pelaku UKM dengan memperoduksi berbagai macam tas, rambat, tikar, lampu hias yang pemasarannya sudah sampai keluar daerah.

                Selain kerajinan dari bahan baku rotan ada juga pelaku UKM yang membuat kerajinan dari bahan baku lidi yang diolah untuk keperluan daput seperti piring, tempat bawang, tempat buah-buahan dan lainnya.

                 “Usaha ini cukup berkembang dengan adanya permintaan sampai ke luar daerah, hanya saja untuk saat ini mengalami penurunan akibat dampak pandemi COVID-19,” kata M Mastur.

                Dikatakan Mastur, pengembangan ekonomi kerakyatan ini juga merupakan program prioritas yang ada dalam Visi dan Misi Bupati H Nadalsyah dan Wakil Bupati Sugianto Panala Putra 2018-2023.(lna/Lsn)

 

 

 
 
image_print

Pos terkait