Warga Tumbang Kaman Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.

Kelompok 2 tim reses DPRD Kalteng dari Dapil I, saat melaksanakan kunjungan ke Desa Tumbang Kaman, kecamatan SanamanMantikei, Kabupaten Katingan, dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.(Media Dayak/Novan)
Palangka Raya, Media Dayak
Masalah Infrastruktur dan Kesehatan, merupakan salah satu lini yang harus mendapat perhatian penuh oleh Pemerintah, oleh karena itu kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong Pemerintah agar dapat fokus dalam pengembangan infrastruktur dan kesehatan, khususnya diwilayah pelosok Kalteng.
Menurut wakil ketua DPRD Kalteng Hj. Faridawaty Darlan Atjeh, saat melaksanakan kunjungan bersama kelompok 2 tim reses Daerah Pemilihan (Dapil I, kewilayahTumbang Kaman, Kecamatan SanamanMantikey, Kabupaten Katingan belum lama ini, ada beberapa usulan yang disampaikan oleh masyarakat setempat, terutama menyangkut bidang infrastruktur dan Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah, mengingat saat ini seluruhwilayah Bumi TambunBungai, masih berjuang melawan Pandemi CoronaViruesDisease 2019 atau COVID-19.
“selain adanya aspirasi terkait masalah infrastruktur, saat kami berkunjung ke wikayahKecamatan SanamanMantikei dan menggelar pertemuan di Kantor Kecamatan, Camat setempat menyampaikan bahwa saat ini hampir seluruh Bansosbagi masyarakat terdampakCOVID-19 telah tersalurkan. Namun datanya juga ada yang kurang valid tetapi secara cepat sudahdiformat/diperbaiki, dengan pengajuan baru tanpa ada penambahan jumlah, khususnya terhadap Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang meninggal atau pindah,” Ucap Faridawaty, saat dikonfirmasi Mediadayak.id, melalui pesan Whatsapp, Kamis (4/6).
Sedangkan, sambungnya, untuk Desa Tumbang Kaman, saat ini ada usulan sekitar 500 KPM yang berhak menerima Bansosterdampak COVID dari Pemerintah. Namun yang menerima bantuan hanya 59 KPM.
“Dari usulan 500 KPM, yang menerima hanya 59 orang. Kemudian berdasarkan informasi yang kami terima dari kepala Desa (Kades) Tumbang Kaman, bantuan bagi masyarakat terdampak COVID yang berasar dari Provinsi berkisar 484 dan yang masuk hanya 38, laludari 38 itu semua hanya dari RT.02,”Ungkap wakil rakyat dari Dapil I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini.
Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima oleh kelompok 2 tim reses DPRD Kalteng dari Dapil I, pihak aparatur Desa dan Kecamatan bersama masyarakat setempat, telah melangsungkan rapat dan sepakat agar petugas penyerahan bantuan lebih selektif dalam menginput data, baik itu penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Hal ini mengingat agar Bansos yang salurkan bisa tepat sasaran yaitu masyarakat kurang mampu, serta tidak ada masyarakat yang menerima bantuan ganda.
“Dari musyawarah masyarakat sama aparatur setempat, mereka berharap agar masyarakat yang sudah mendapat bantuan, tidak mendapat bantuan double, serta bantuan tersebut bisa disalurkan tetap sasaran yaitu kepada masyarakat yang kurang mampu. Karena dari informasi mereka, ditemukan 25 orangyang mendapatkan bantuandouble dan tergolong mampu, dan dari musyawarah tersebut, mereka juga siap untuk membuat pernyataan perpindahan penyaluran ke yang lebih layak menerima,”PungkasKetua DPW Partai NasDem Kalteng ini.(Nvd)