Warga Seruyan Hulu  Minta Pemerintah Galakkan Perkebunan Kopi

Ilustrasi kebun kopi

Kuala Pembuang,Media Dayak

Bacaan Lainnya

Warga di beberapa desa yang berada di wilayah Kecamatan Seruyan Hulu mengusulkan adanya pembuatan (cetak) perkebunan kopi bersama dengan bibitnya. Hal ini diungkapkan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan Lewis M Bangas dari Dapil III kepada wartawan, belum lama ini.

Beberapa desa di Kecamatan Seruyan Hulu tersebut yang mengusulkan bantuan pembuatan atau cetak perkebunan kopi yakni warga di Desa Tubang Taberau, Desa Tumbang Bahan, Tanjung Paku, Tumbang Sepan, Tumbang Darap, Tumbang Kasai, dan Tumbang Setawai.

Yangmana menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, seperti warga di Desa Tumbang Sepan meminta kepada pihak Pemda Seruyan untuk pengadaan bibit kopi kurang lebih 13 ribu pohon. Begitu juga dengan warga di Desa Tumbang Taberau yang meminta pengadaan bibit kopi sebatak kurang lebih 10 ribu pohon. Dan warga Desa Tumbang Setawai serta arga Desa Tumbang Kasai mengusulkan bantuan bibit kopi masing-masing sebanyak kurang lebih 15 ribu pohon.

Sedangkan Warga di Desa Tanjung Paku mengusulkan pembangunan perkebunan kopi, begitu juga halnya dengan usulan dari warga Desa Tumbang Darap dan Tumbang Bahan. “Hal ini semua semata-mata untuk meningkatkan hasil perkeonomian mereka”, ucapnya.

Karena lanjut anggota dewan Komisi C ini, di wilayah tersebut terbilang cocok untuk perkebunan kopi, yangmana kondisi alamnya cukup mendukung dan tanahnya cukup subur. Sehingga, dengan adanya usulan ini diharapkan pihak Pemda Seruyan dapat memberikan bantuan tersebut kepada masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan tarap hidup perekonomian mereka agar lebih meningkat dan sejahtera. “Perkebunan kopi ini patut kita dukung, karena ada kemauan masyarakat untuk bertani kopi”, katanya.

Dirinya berharap, ditahun 2019 ini kesejahtaran dan perekonomian masyarakat Seruyan khususnya di wilayah Dapil III dapat lebih meningkat dan lebih sejahtera lagi. Sehingga, diharapkan pihak pemerintah setempat melalui dinas tekait dapat menindaklanjuti hal ini. “Kalau memang bisa bibitnya itu yang berkualitas seperti kopi robusta atau kopi arabica. Karena kopi ini cukup diminati”, tandansya. (Rul/lsn)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *