Warga Sambut Baik Jaya-Efrensia Tidak Anti Kritik

Ilustrasi kritik itu penting. Kritik itu bagian dari demokrasi.
Kuala Kurun, Media Dayak
Pernyataan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong yang menyatakan mereka (Jaya-Efrensia) mengapresiasi kritik yang membangun, tidak anti kritik, disambut baik masyarakat Gumas.
“Pernyataan Bupati itu (mengapresiasi kritik yang membangun, dan tidak anti kritik) sangat baik. Patut diapresiasi,” ujar salah satu warga yang berbicara dengan syarat anonim, Jumat (4/5).
Dia mendukung apa yang dikatakan Bupati bahwa kritik ibarat obat yang pahit, namun memberi kebaikan untuk masyarakat Gumas.
“Kritik itu memang pahit, tapi kalau pemerintah mau mendengar dan menjalankannya, akan memberi kebaikan bagi masyarakat dan daerah ini,” katanya.
“Tidak perlu alergi dengan kritik. Masyarakat yang mengkritik pemerintah harus melakukannya dengan cara yang elok dan beretika. Kritik yang membangun dengan solusi yang baik,” sambung dia.
Menurutnya, pemerintahan akan sehat dan makin mendapat kepercayaan dan dukungan dari masyarakat apabila pemerintahnya terbuka dengan kritik.
Pemerintahan tanpa adanya kontrol dan kritik dari masyarakat menjadi tidak sehat.
Diberitakan sebelumnya, dua tahun (29 Mei 2019 – 29 Mei 2021) pemerintahan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong dan Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, keduanya menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan masyarakat Gumas kepada mereka sejak memulai tugas sampai hari ini. Keduanya mengusung visi Berjuang Bersama yang merupakan akronim dari Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera dan Mandiri.
“Dukungan dari masyarakat Gunung Mas berupa kritik, sangat kami (Jaya-Efrensia) hargai. Kritik yang membangun sangat kami apresiasi. Kami tidak anti kritik. Kritik itu ibarat obat yang pahit, namun memberi kebaikan untuk masyarakat Kabupaten Gunung Mas,” kata Jaya, Rabu (2/6) lalu melalui sambungan telepon.
Bupati menyatakan dalam membangun Gumas kedepan, mereka tidak bisa melakukannya tanpa dukungan masyarakat Gumas. Dukungan masyarakat sebuah keniscayaan demi meningkatnya kemajuan Gumas dan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergisitas antara Pemerintahan Kabupaten Gunung Mas dengan masyarakat sangat penting untuk tercapainya masyarakat Gunung Mas yang sejahtera dan bermartabat. Mensejahterakan masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah,” ucapnya.
Bupati kelahiran 24 Desember 1979 itu mengingatkan dalam membangun Gumas sekarang dan kedepan ego pribadi dan kelompok harus dibuang. Utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
Dia mengajak bangun Gumas dalam kebersamaan. Ego pribadi dan kelompok hanya akan menghambat kemajuan Gumas. Kabupaten Gumas terbentuk dari adanya kesepakatan dalam perjuangan bersama.
“Mari kita rawat, kita jaga, kita lanjutkan cita-cita para pendiri kabupaten ini menuju kabupaten yang masyarakatnya bahagia dan sejahtera, sebagaimana juga visi misi kami. Bergandengan tangan dalam perbedaan yang ada, merajut masa depan daerah ini menjadi semakin cerah penuh harapan,” kata Jaya. (Nov/Aw)