Wakil Bupati Kobar Mengikuti Rakor Percepatan Penurunan Stunting Se – Kalteng

Suasana Rakor Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (12/4). (Media Dayak/Ist)
Pangkalan Bun, Media Dayak
Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (12/4/2025).
Rakor ini digelar sebagai bentuk penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan, sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, memimpin langsung jalannya rapat yang diikuti oleh seluruh kepala daerah di Bumi Tambun Bungai tersebut.
“Diperlukan kolaborasi dan sinergi lintas sektor serta antar pemerintah daerah agar kita dapat mewujudkan generasi Kalteng yang sehat dan unggul,” tegas Edy Pratowo dalam sambutannya.
Ia menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting harus menjadi prioritas bersama dan dilaksanakan secara terintegrasi oleh seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat.
Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Suyanto menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi tersebut dan berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat koordinasi antara Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kami berharap melalui rakor ini, dapat dirumuskan rencana tindak lanjut yang konkret untuk pencapaian indikator percepatan penurunan stunting serta pelaksanaan delapan aksi konvergensi secara optimal di masing-masing daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial dan dibutuhkan integrasi data yang baik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta dukungan anggaran yang mencukupi. Ketiga hal tersebut menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Integrasi data itu penting, begitu juga peningkatan kapasitas SDM dan dukungan anggaran yang memadai. Dan juga semua itu diperlukan agar intervensi penanganan stunting bisa tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Suyanto. (Rd/Lsn)