Waket III Usul Tingkatkan Sapras SMAN 1 Sepang

Waket III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh. (Media Dayak/Yanting)
Palangka Raya, Media Dayak
Wakil Ketua III DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gumas dan Kota Palangka Raya Faridawaty Darland Atjeh mengungkapkan masyarakat Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengusulkan, peningkatan Sarana Prasarana (Sapras) pendidikan khususnya di SMAN-1 Sepang.
Usulan tersebut diterima langsung Faridawaty saat melaksanakan reses perorangan ke wilayah itu tersebut belum lama ini. Dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Kalteng ini usulan peningkatan sapras pendidikan di SMAN 1 Sepang, sudah selayaknya mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya dari dinas/instansi terkait.
“Mengingat ketersediaan sapras merupakan aspek penting dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Saat melaksanakan reses ke kecamatan Sepang, saya meninjau langsung bagaimana kondisi SMA di sana,” ungkapnya, Kamis (8/4/2021).
Dari informasi yang disampaikan pihak sekolah, katanya melanjutkan, sebelumnya anggota legislatif lainnya, juga pernah berkunjung ke sana. Namun usulan dan harapan yang disampaikan belum terealisasi sampai dengan saat ini. Adapun, beberapa usulan yang disampaikan saat berkunjung ke SMAN-1 Sepang, diantaranya, harapan pembangunan pagar sekolah, karena berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat serta harapan pembangunan Mushola untuk kegiatan ibadah siswa maupun guru.
“Sampai sekarang SMAN-1 Sepang belum memiliki pagar dan Mushola. Jadi kita harapkan hal ini bisa mendapat perhatian pemerintah dalam rangka mendukung kegiatan serta menciptakan suasana nyaman dalam kegiatan belajar mengajar,” bebernya.
Pada sisi lain, diungkapkan selain harapan peningkatan sapras pendidikan, masyarakat Sepang khususnya yang berprofesi sebagai guru honorer dan berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) berharap solusi dalam peningkatan kesejahteraan. Pasalnya honor yang diterima tenaga guru PTT, hanya berkisar Rp750 ribu per-bulan dan banyak yang belum memiliki tempat tinggal.
“Honor guru PTT di SMAN-1 Sepang, hanya berkisar Rp750 ribu per-bulan. Bahkan banyak tenaga guru PTT yang tidak punya tempat tinggal. Sehingga terpaksa ikut menumpang dirumah kerabat atau masyarakat. Seharusnya keadaan seperti ini jangan sampai luput dari perhatian pemerintah, karena guru merupakan ujung tombak dan memiliki kontribusi yang besar dalam dunia pendidikan,” tegasnya.
Aspirasi yang disampaikan ini, sambung Faridawty, akan diteruskan kepada pemerintah khususnya dinas/instansi terkait dan akan diperjuangkan oleh DPRD Kalteng agar bisa segera terealisasi.
“Saya akan perjuangkan agar harapan SMAN-1 Sepang dan catatan ini secepatnya saya sampaikan ke Pemprov Kalteng, mengingat kewenangan SMA dipegang Dinas Pendidikan Kalteng,” tutupnya. (Ytm/Lsn)