Waket I DPRD Kalteng Wanti-Wanti Ancaman Karhutla

Waket I DPRD Provinsi Kalteng H Abdul Razak. (Media Dayak/ist)
 
Palangka Raya, Media Dayak
 
Wakil Ketua (Waket) I DPRD Kalteng H Abdul Razak mewanti-wanti (mengingatkan, red) semua pihak tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah ini.
 
“Walaupun saat ini masih turun hujan, akan tetapi, tingkat kerawanan Karhutla tidak boleh dianggap sepele oleh semua pihak. Seperti yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kota Palangka Raya dalam beberapa pekan terakhir terdapat beberapa titik api,” bebernya, Jum’at (4/2/2022).
 
Sehingga katanya melanjutkan, saya mendorong semua pihak agar jangan lengah. Selalu tetap waspada terhadap Karhutla. Meski sering turun hujan, namun tingkat kerawanan Karhutla tetap ada.
 
Pada sisi lain, Politisi senior dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kalteng ini, sangat meyakini pemerintah telah mempersiapkan dengan matang dan detail jauh hari sebelumnya apabila terjadi Karhutla 
 
“Sehingga saya optimistis pemerintah dapat menangani ancaman Karhutla ini. Selain itu koordinasi semua pihak juga harus intens dan dimaksimalkan,” ujar mantan Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat ini.
 
Razak juga meminta kepada pemerintah agar menggencarkan sosialisasi tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan kepada masyarakat. Baik itu untuk bercocok tanam ataupun keperluan lainnya. 
 
“Karena, apabila kedapatan, siapapun yang melakukan pembakaran hutan ataupun lahan, hingga berakibat merugikan orang lain akan diberi sanksi dan tindakan tegas,” tegasnya.
 
 
Selanjutnya Abdul Razak juga mengimbau masyarakat di wilayah ini, jika mendapat informasi kebakaran hutan ataupun lahan, harus segera dilaporkan dan ditindak lanjuti, sehingga api tidak membesar dan merambat ke daerah lainnya.
 
Dirinya juga mengungkapkan masyarakat dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam menangani karhutla. Sehingga ancaman karhutla dapat diminimalisir sedini mungkin. 
 
“Kemudian yang terpenting, adalah masyarakat harus menanamkan kesadaran agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan untuk menghindari terjadinya Karhutla,” pungkasnya. (Ytm/Lsn)