Wajah Kota Kuala Kurun Perlu Lebih Ditata, DPU Akui Jalan dalam  Kota Banyak Rusak, Perbaikan Bertahap Dimulai Tahun Ini

Kepala DPU Gumas Bambang Jaya.(Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mengakui penataan infrastruktur jalan di ibu kota kabupaten, Kuala Kurun, masih jauh dari kondisi ideal. Keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi menjadi tantangan utama dalam upaya mempercantik wajah kota yang menjadi pusat pemerintahan daerah tersebut.

Kepala DPU Gumas Bambang Jaya menyampaikan, wajah sebuah kabupaten sejatinya tercermin dari kondisi ibu kotanya. Namun hingga kini, penataan jalan melalui pengaspalan menyeluruh di Kuala Kurun belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Memang belum ada penataan pengaspalan secara menyeluruh di dalam Kota Kuala Kurun. Memang sempat ada perbaikan di beberapa ruas seperti Jalan Korpri, Jalan Sangkurun, dan Jalan Yos Sudarso, tapi kondisinya masih belum memadai,” ungkap Bambang, Kamis (12/3/2026) sore di ruang kerjanya.

Bambang menjelaskan, untuk menciptakan tata kota yang indah dan nyaman membutuhkan anggaran yang sangat besar. Di tengah keterbatasan fiskal daerah dan kebijakan efisiensi, Pemkab Gumas saat ini harus melakukan penyesuaian prioritas pembangunan.

Meski demikian, Bambang menegaskan tetap berupaya melakukan penanganan jalan secara rutin melalui perbaikan sementara berupa tambal sulam pada titik-titik kerusakan di dalam Kota Kuala Kurun.

“Untuk sementara penanganan yang bisa dilakukan adalah perawatan rutin seperti tambal sulam pada lubang-lubang jalan. Itu dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah, meskipun hasilnya belum bisa membuat jalan terlihat indah,” ujar Bambang.

Diakuinya, Pemkab Gumas melalui DPU sebenarnya telah memiliki konsep perbaikan jalan kota sejak tiga tahun lalu. Bahkan, seluruh titik kerusakan jalan di Kuala Kurun telah didata secara rinci.

“Kami sudah menghitung dan memetakan seluruh ruas jalan yang rusak, termasuk titik-titik berlubang. Jadi bukan berarti kami membiarkan kondisi ini, tetapi penanganannya memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” jelasnya.

Ia juga mengakui hampir seluruh ruas jalan di dalam Kota Kuala Kurun mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

Pada tahun ini, Pemkab Gumas melalui DPU berencana memulai penanganan secara bertahap kerusakan jalan dalam Kota Kuala Kurun, serta memprioritaskan ruas jalan yang kondisinya paling kritis, terutama di wilayah luar Kota Kuala Kurun yang sudah sulit dilalui masyarakat.

“Fokus utama kami saat ini adalah ruas-ruas jalan yang benar-benar kritis dan hampir tidak bisa dilalui, terutama di daerah luar kota,” kata Bambang.

Selain itu, Pemkab juga telah melakukan pengadaan tambahan alat berat untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan. Proses tender pengadaan alat tersebut sudah berjalan, namun distribusinya sempat terkendala.

Hal itu disebabkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, yang membatasi penyeberangan kendaraan angkutan tertentu karena transportasi difokuskan untuk pergerakan orang dan distribusi barang selama masa mudik.

“Vendor sebenarnya sudah siap mengirim alat berat, tapi mereka menyampaikan bahwa alat tersebut tidak bisa menyeberang selama masa libur Idulfitri karena adanya kebijakan dari Menteri Perhubungan terkait pembatasan angkutan,” pungkas Bambang.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Pemkab Gumas memastikan upaya perbaikan jalan tetap menjadi prioritas dan akan dilakukan secara bertahap demi meningkatkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat pengguna jalan.(Nov/Aw)