Wabup Sugianto Panala Putra Buka Kemah Bakti-Peringati Hari Pramuka ke 58 tahun 2019

HARI PRAMUKA KE 58-Wakil bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra bersama Ketua Kwarcab Pramuka Barito Utara, H Asran dan kepala perangkat daerah meninjau karya seni pramuka yusai pembukaan kemah bakti dalam rangka HUT Pramuka ke 58 tahun 2019 di Buper Penglima Batur, Selasa (20/8).(Media Dayak: lana)
Muara Teweh, Media Dayak
Wakil Bupati Barito Utara (Wabup Barut) Sugianto Panala Putra membuka secara resmi kegiatan Kemah Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke 58 tahun 2019, di Bumi Perkemahan (Bupar) Panglima Batur, Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (20/8).
Bupati Barito Utara, H Nadalsyah melalui Wabup Sugianto Panala Putra mengatakan, kegiatan gerakan pramuka merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional, sehingga penyelarasannya dengan jenjang pendidikan formal dan pendidikan non formal lainnya menjadi sangat penting.
“Untuk itu, pada hari Pramuka tahun 2019 ini Kwartir Nasional Gerakan Pramuka meminta Presiden meluncurkan Pramuka Pra-Siaga, yaitu bagi anak-anak yang belum berusia 7 (tujuh) tahun,” kata wabup Sugianto Panala Putra.
Pada kesempatan itu Bupati juga meminta kepada Kwartir untuk mensukseskan peluncuran Pramuka Pra-Siaga ini di wilayah kerja masing-masing, guna menjadikan gerakan pramuka dapat mengikuti percepatan memajukan bangsa dan negara, sejalan dengan perkembangan global.
“Saya selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Barito Utara berharap kita semua memiliki perhatian penuh terhadap hal-hal tersebut. Kesamaan cara pandang dan bahasa dalam menyikapi berbagai permasalahan, khususnya hal-hal yang mengancam keutuhan NKRI, menjadi bagian penting yang seharusnya selalu diperhatikan. Hentikan segala upaya menyeret gerakan Pramuka kedalam wilayah politik praktis,” kata bupati Nadalsyah melalui Wabup Sugianto.
Ketua Kwarcab Pramuka Barito Utara, Drs H Asran MM mengatakan kegiatan kemah bakti dalam rangka Hari Pramuka ini diikuti seluruh kecamatan di daerah ini, dan hanya satu kecamatan yang tidak mengikuti kegiatan kemah bakti tahun 2019 ini yaitu kecamatan Gunung Purei.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemandirian, kratitifitas, kualitas, keterampilan kepramukaan, pengalaman hidup berkemah bagi para peserta serta menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi tuan rumah Hari Pramuka tingkat Provinsi Kalteng tahun 2020 akan datang,” kata H Asran.
Asran juga menyampaikan bahwa para peserta kemah bakti ini sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Karena gerakan pramuka ini sudah menjamur di seluruh sekolah yang ada, dari tingkat kecamatan, SD, SMP dan SMA.
“Keberhasilan kegiatan Pramuka di kabupaten Barito Utara ini berkat dukungan dari Pememrintah Daerah dan Dinas Pendidikan Barito Utara. Karena induknya di Dinas Pendidikan dan Kwartir Cabang adalah induknya pembinaan untuk anak-anak di luar sekolah (kegiatan ekstrakulikuler),” kata H Asran.
Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A Surapati mengatakan, bahwa kegiatan ekstrakulikuler (eskul) yang perlu mendapat perhatian dari kita semua adalah eskul kepramukaan. Salah satu kegiatan yang dapat menangkal paham radikalisme adalah melalui kegiatan eskul didalam kegiatan kepramukaan yang ada.
“Dan merupakan sebuah kewajiban bagi kalangan pendidikan, dikarenakan hal ini sudah masuk dalam K13, yang mewajibkan kegiatan kepramukaan menjadi kegiatan wajib dan perlu didukung oleh pihak sekolah,” kata Syahmiludin. (lna)