Wabup Kobar, Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syariat dan Aman Pangan

Wakil Bupati Kobar Suyanto Usai Membuka Pelatihan Penyembelihan hewan kurban berfoto bersama dengan peserta pelatihan, di Aula Sangga Buana, Kantor Bupati Kobar, Rabu (21/5.) (Media Dayak/Riduan)

Pangkalan Bun, Media Dayak 

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar pelatihan teknis penyembelihan hewan kurban. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Sangga Banua, Kantor Bupati setempat ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kobar, Suyanto, Rabu (21/5). 
 
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Suyanto mengatakan bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada dua hal utama : pertama, pemahaman penyembelihan sesuai syariat Islam. Kedua, tata kelola daging pasca penyembelihan agar tetap higienis dan layak konsumsi. Kedua aspek ini, menurutnya, saling berkaitan demi memastikan jaminan pangan yang aman bagi masyarakat.
 
“Penyembelihan hewan kurban bukan hanya soal ibadah, tapi juga tanggung jawab dalam menjaga kualitas daging yang akan dikonsumsi masyarakat,” kata Suyanto. 
 
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang menyampaikan materi dari sisi syar’i dan keterampilan teknis. Dan juga pentingnya penggunaan peralatan yang sesuai, seperti pisau tajam, serta penerapan prinsip kesejahteraan hewan dan keselamatan kerja.
 
“Harapan kami, peserta pelatihan bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat luas,” ujarnya.
 
Senada yang disampaikan, Kepala Dinas Pertanian Kobar, Kris Budi Hastuti menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban yang dijual di berbagai lapak di wilayah Kobar.
 
“Pemeriksaan dilakukan sebelum hewan disembelih, dan kami juga menurunkan petugas untuk memastikan kualitas daging yang dihasilkan. Jika ditemukan daging yang tidak layak konsumsi, kami melakukan penindakan untuk melakukan pemusnahan,” jelasnya.
 
Melalui pelatihan ini, Pemkab Kobar berharap seluruh proses kurban, mulai dari penyembelihan hingga distribusi daging, dilakukan sesuai ketentuan agama Islam dan standar kesehatan, demi menjamin pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. (Rd/Lsn/Aw)