Wabup Hadiri Rakor Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalteng

Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra bersama Bupati dan Wakil Bupati se kalteng saat menghadiri Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Kalteng tahun 2019 di aula Bappedalitbang Kalteng, Selasa (9/7).(Media Dayak: Diskominfosandi Barut)

Palangka Raya, Media Dayak

    Wakil Bupati Barito Utara (Wabup Barut), Sugianto Panala Putra selaku Ketua tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) Kabupaten Barito Utara menghadiri rapat koordinasi (rakor) Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2019 di aula Bappedalitbang kalteng, Selasa (9/7).

Rakor penanggulangan kemiskinan ini dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagup) Kalteng, Habib Ismail dihadiri Wakil Bupati/Walikota selaku Ketua TKPK Kabupaten/Kota, Deputi Setwapres Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kepala BPS Provinsi, Kepala Bulog, Kepala Dinas Sosial Provinsi, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah.

Wagup Kalteng, Habib Ismail dalam sambutannya mengatakan bahwa selama 74 tahun Indonesia merdeka, kemiskinan masih menjadi permasalahan yang serius. “Sehingga menjadi tanggungjawab bersama untuk menuntaskannya. Berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah khususnya Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dinilai dapat meringankan beban kehidupan dasar masyarakat,” kata Wagup.

Dikatakannya, program dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain perlindungan sosial, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), program keluarga harapan, program pemberdayaan masyarakat miskin, bantuan siswa miskin (di Provinsi Kalteng ada Beasiswa Kalteng Berkah), dan Jamkesda. Tujuannya untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah.

Seiring kemajuan teknologi, Wagup mengharapkan agar para pejabat Pemerintah Daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mempunyai akun media sosial (IG, Twitter, FB, dll) untuk menyebarkan/mengekspos kemajuan negara dan daerah. “Jangan sampai malah ikut menyerang pemerintah. Mari kita bangun citra bahwa Indonesia adalah negara yang sejahtera,” ungkap Habib.(lna)