Urbanisasi Usai Lebaran Perlu Diantisipasi, DPRD Palangka Raya Ingatkan Risiko Sosial

Anggota DPRD Kota Palangka Raya Khemal Nasery (Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Pergerakan masyarakat pasca Idulfitri diperkirakan kembali meningkat di Kota Palangka Raya. Fenomena ini dinilai wajar, namun tetap perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengingatkan bahwa arus urbanisasi setelah Lebaran sering kali membawa konsekuensi yang tidak sederhana bagi daerah.
Ia menjelaskan, keinginan masyarakat untuk mencari pekerjaan dan memperbaiki taraf hidup menjadi faktor utama meningkatnya perpindahan penduduk ke kawasan perkotaan.
Namun di sisi lain, tanpa kesiapan yang memadai, kondisi tersebut berpotensi memicu lonjakan pengangguran, kemiskinan, hingga persoalan sosial lainnya. “Urbanisasi ini harus disikapi dengan kesiapan yang matang agar tidak menimbulkan dampak negatif,” ungkap Politisi Partai Golongan Karya ini, Sabtu (28/3).
Khemal menilai, meski Palangka Raya bukan termasuk kota tujuan utama urbanisasi, potensi peningkatan jumlah penduduk tetap harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, kesiapan infrastruktur, optimalisasi layanan publik, serta penyediaan lapangan kerja menjadi langkah penting dalam menghadapi dinamika tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendataan pendatang baru agar administrasi kependudukan tetap tertib dan mudah dikendalikan. Pengawasan terhadap mobilitas penduduk pun dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sosial di tengah perubahan jumlah penduduk yang terjadi dalam waktu relatif singkat.
Ia menambahkan, penanganan urbanisasi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait. “Jika dikelola dengan baik, urbanisasi justru bisa menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan daerah,” tutupnya.(YM/AW)