Trio Pemuda Penendang Pagar Jembatan Dibina dan Dikenai Wajib Lapor

BACA SURAT PERNYATAAN-Tiga pemuda yang menendang pagar jembatan membacakan surat peryataan dihadapan Kapolsek Teweh Tengah AKP Reny Arafah, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara M Iman Topik, Danramil Teweh Tengah, Lettu Inf M Guntur dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, di Mapolsek Teweh Tengah Selasa (7/9/2021). (Media Dayak:ist)
Muara Teweh, Media Dayak
Trio pemuda yang melakukan aksi vandalisme menendang pagar pengaman jembatan Muara Teweh-Jingah cukup memohon maaf kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut) dan masyarakat, Selasa (07/09/2021).
Ketiganya tak terbukti melakukan tindak kriminal (pengrusakan) fasiltas umum milik pemerintah. Selanjutnya ketiga pemuda ini akan dibina demi masa depannya dan dikenakan wajib lapor setiap hari Selasa dan Kamis.
Dihadapan Kapolsek Teweh Tengah, AKP Reny Arafah, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara M Iman Topik, Danramil Teweh Tengah, Lettu Inf M Gubtur dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, ketiganya, F (19), AF (16), dan A (16) membacakan surat permohonan maaf dan tidak akan melakukan perbuatan tersebut, Selasa sekitar pukul 14.00 WIB di Mapolsek Teweh Tengah.
Inti pernyataan atau permohonan maaf, karena ketiganya bertindak menendang pagar jembatan dan merekam perbuatan tersebut, sehingga viral di media sosial. “Kami bersedia diberi sanksi, jika mengulangi perbuatan kami,”demikian antara lain bunyi surat pernyataan ketiga pemuda.
Kapolsek Teweh Tengah, AKP Reny Arafah, membenarkan ketiga pemuda tersebut diberi pembinaan, bukan dikenakan pidana. “Mereka dikenakan wajib lapor, setiap Selasa dan Kamis,”kata Kapolsek.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi ketiga pemuda menendang pagar Jembatan Muara Teweh-Jingah, Sabtu (04/09) sekitat pukul 21.00 viral, karena beredar di medsos. Ketiganya dicari dan ditemukan oleh Polisi di dua tempat berbeda.
Setelah diperiksa dan dikonfrontir, ketiganya mengakui perbuatan mereka yang dilakukan secara spontan. Mereka menendang pagar jembatan. Soal kerusakan lain, seperti neon boks, bukanlah ulah mereka, karena diduga masih ada beberapa kelompok lain yang menjadikan lokasi jembatan sebagai tempat nongkrong. (lna/rsn)