Transformasi Posyandu Gumas, Bukan Lagi Sekedar Timbang Balita, Kini Jadi Garda Terdepan Enam Layanan Dasar Masyarakat!

Ketua Tim Pembina Posyandu Gumas, Ny. Mimie Mariatie Jaya S. Monong didampingi Sekda Gumas Richard dan Plt Kadinkes Gumas, dr. Rina Sari, M.M, bersama peserta dan narasumber Bimtek Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Gumas Tahun 2026 di Aula Bapperida, Senin (20/7/2026).(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) terus memperkuat transformasi pelayanan dasar melalui penguatan kapasitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Gumas Tahun 2026 yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Senin (20/7/2026).
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gumas, Ny. Mimie Mariatie Jaya S. Monong, menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas. Karena itu, seluruh jajaran pembina dan kader dituntut melakukan penguatan kelembagaan, tata kelola, hingga kualitas pelayanan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Menurut Mimie, penguatan Posyandu harus dimulai dari pembenahan manajemen organisasi, sistem pengelolaan data, koordinasi lintas sektor, hingga pembinaan yang dilakukan secara terpadu oleh Tim Pembina Posyandu bersama kepala puskesmas di setiap tingkatan.
“Posyandu hari ini bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi dan memberikan imunisasi. Kita sedang mengawal transformasi layanan primer, di mana Posyandu menjadi pusat integrasi pelayanan sosial dasar bagi masyarakat,” tegas Mimie.
Mimie menginstruksikan seluruh Tim Pembina Posyandu, pemerintah desa, kelurahan, hingga kader Posyandu di Gumas agar mulai memperkuat implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial.
“Posyandu harus semakin kokoh sebagai mitra strategis pemerintah desa dan kelurahan dalam mendukung perencanaan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Richard, menyampaikan bahwa peran Posyandu kini semakin strategis seiring diterapkannya Transformasi Layanan Primer oleh pemerintah.
Menurut Richard, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup yang menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.
“Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu tata kelola, pembinaan, pemantauan hingga sistem pelaporannya harus semakin profesional agar pelayanan berjalan efektif, terarah dan berkelanjutan,” ujar Richard.
Ia berharap seluruh peserta Bimtek memiliki pemahaman yang sama mengenai pengelolaan Posyandu sehingga mampu memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Gunung Mas, dr. Rina Sari, M.M, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas Tim Pembina Posyandu dalam mengelola Posyandu bidang kesehatan sebagai bagian dari percepatan Transformasi Layanan Primer sekaligus mendukung pencapaian enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan kemampuan Tim Pembina Posyandu dalam pengelolaan Posyandu bidang kesehatan yang ditandai dengan tersusunnya rencana tindak lanjut hasil Bimbingan Teknis,” jelas Rina.
Rina menambahkan, kegiatan tersebut diikuti 84 peserta yang terdiri dari Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gunung Mas, Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten dan kecamatan, kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Gunung Mas, pemegang program promosi kesehatan, TP-PKK, organisasi profesi, perangkat daerah terkait, Ketua Tim Pembina Posyandu kelurahan, hingga perwakilan kader Posyandu.
Adapun narasumber berasal dari Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gumas, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gumas.
Melalui Bimtek ini, Pemkab Gumas berharap lahir kesamaan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dan pusat integrasi pelayanan dasar, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.(Nov/Aw)