Transaksi Ekonomi Digital di Kalteng Terus Meningkat

Kepala KPw BI Kalteng, Taufik Saleh

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Taufik Saleh mengatakan, perkembangan transaksi ekonomi digital sejak pandemi COVID-19 terus meningkat.

“Kebiasaan masyarakat selama pandemi COVID-19 yang bertransaksi secara digital karena terbatasnya mobilitas berlanjut, mengingat transaksi secara digital dinilai lebih cepat dan efisien,” katanya, Rabu (5/4/2023).

Per Februari 2023, jumlah pengguna QRIS di Kalteng telah mencapai 170,34 ribu pengguna. Angka ini tumbuh 252,74 persen (yoy) dibandingkan Februari 2022 yang sebanyak 48,29 ribu pengguna.

Sementara itu, jumlah merchant QRIS di Kalteng telah mencapai 216,13 ribu merchant atau naik 106,49 persen (yoy) dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 104,67 ribu merchant. Secara nominal, nilai transaksi QRIS pada Februari 2023 mencapai Rp36,74 miliar atau meningkat 487 persen (yoy).

Di samping itu, transaksi digital juga menghindarkan masyarakat dari kemungkinan menerima uang palsu, yang mana dapat merugikan masyarakat. Pasalnya, uang palsu tidak dapat memperoleh penggantian.

Untuk itu, masyarakat agar lebih mengutamakan transaksi secara digital dengan memanfaatkan QRIS maupun transaksi melalui mobile banking dan e-banking.

“Bank Indonesia Kalteng menargetkan volume transaksi QRIS pada tahun 2023 dapat mencapai 1,85 juta transaksi,” pungkasnya.(rls/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait