TPA Menjadi Indikator Penilaian Tertinggi Adipura

Salah satu penilaian untuk mendapatkan Adipura adalah TPA. (Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Untuk meraih Adipura diperlukan sinergisitas antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup mapun kebersihan diperlukan, manakala kota setempat ingin meraih penghargaan adipura.
“Terutama bersinergi dalam hal pengelolaan sampah, serta menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Ini kunci utama untuk mendapatkan adipura,” ungkap Anggota DPRD Kota Palangka Raya, H M Khemal Nasery.
Khemal menambahkan, bila mengacu kriteria penilaian adipura, maka setidaknya ada dua indikator pokok yang dijadikan sebagai bahan penilaian. Yakni, indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan indikator pengelolaan lingkungan perkotaan yang bersifat non-fisik.
“Indikator pengelolaan lingkungan perkotaan yang bersifat non-fisik. meliputi intistusi, manajemen, dan daya tanggap,” jelas Khemal.
Sejauh ini sambung Khemal, ia melihat Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya telah berupaya melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Mulai dari pemilahan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), hingga masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Begitupun pemprosesan sampah, dimana dijalankan cara daur ulang, disisi lain upaya mengoptimalisasi keberadaan bank sampah juga dijalankan,” terangnya.
Disisi lain politilkus Partai Golkar Kota Cantik ini mengungkapkan, poin terbesar dalam penilaian sekaligus penentu kelayakan untuk mendapatkan adipura adalah terkait pengelolaan TPA.
“Di sinilah perlu banyak peran kerja sama atau sinergitas itu. Sebut saja sinergi antara instansi terkat serta dukungan masyarakat,” tegasnya. Selebihnya tambah Khemal, kesadaran semua pihak dan kepedulian masyarakat harus terus ditingkatkan. Terutama dalam menjaga kebersihan.