Tingkatkan Produksi Pertanian, Bupati Minta Distakan Beri Pendampingan pada Petani

MEMBERIKAN – Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, saat memberikan sambutan dan arahan kepada jajaran Distakan, Senin (22/02/2021). (Ist/Media Dayak)
Nanga Bulik, Media Dayak
Salah satu indikator kemajuan suatu daerah, juga terlihat dari bagaimana hasil produksi pertanianya. Sebab itu, pada kegiatan apel pagi di Dinas Pertanian dan Perikanan (Distakan) dan sarasehan di penangkaran Rusa setempat, Senin (22/02/2021), Bupati memberikan sejumlah pesan khusus pada jajaran Distakan. Bupati menyampaikan, tentang pentingnya peran serta Dinas Pertanian dan Perikanan dalam membantu mengembangkan potensi pertanian dan perikanan di Kabupaten Lamandau.
“Petani/masyarakat sangat membutuhkan pendampingan seperti penanganan serangan hama pada tanaman, bagaimana membangun kembali semangat masyarakat untuk terus mengusahakan peningkatan produksi pertanian,” ungkapnya saat memberi sambutan pada saat apel.
Sementara, dalam kesempatan sarasehan, setiap bidang yang ada di Distakan menyampaikan kendala dan hambatan yang dialami dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Misalnya, kendala di bidang tanaman pangan yakni adanya larangan membakar lahan untuk pertanaman padi ladang yang menyebabkan turunnya hasil produksi padi di kabupaten Lamandau. Kemudian, bidang perikanan melalui balai benih ikan saat ini terus mengupayakan untuk meningkatkan hasil penjualan benih ikan dan pengembangan budidaya perikanan di Kabupaten Lamandau.
Namun, lantaran tidak adanya penyuluh perikanan di Kabupaten Lamandau, menjadi kesulitan apabila ada masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait perikanan. Juga, bidang perkebunan yang teruas melakukan evaluasi terhadap perusahaan besar swasta terkait kewajiban membangun kebun plasma. Sosialisasi tentang kegiatan Replanting akan terus dilakukan dengan target untuk tahun 2021 adalah 750 Ha.
“Tugas kita yang harus terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tanaman sawit yang telah berumur lebih 20 tahun harus dilakukan replanting/peremajaan,”ungkap Bupati.
Kemudian, lanjutnya, sebanyak 2.000 pokok kopi robusta akan terus dilakukan peningkatan dan pengembangan budidaya kopi di kabupaten Lamandau.
“Kopi, Jahe, Jengkol agar terus diperhatikan untuk menjadi produk unggulan kabupaten Lamandau, terus ditingkatkan sampai pada branding produk,”pesannya. (Tin/Rsn)