Tiga Rumah di Desa Bintang Ninggi I Ambruk

Muara Teweh, Media Dayak
Pada lebaran hari ke 2 (dua) Idul Fitri 1440 Hijriah, Kamis (6/6) lalu, warga di RT 04, desa Bintang Ninggi I, kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara (Barut) dikejutkan dengan adanya tiga bangunan rumah warga yang berada di bantaran sungai Barito, ambruk akibat tanah longsor. Kejadian tersebut pada Kamis (6/6) sekitar pukul 21.50 Wib.
Bangunan rumah berkontruksi kayu yang berdiri tersebut terlihat sudah ada tanda-tanda tanahnya akan mengalami longsor karena empat hari sebelumnya sempat hujan deras beserta angin kencang. Saat itulah diketahui keadaan tanah dibawah rumah yang mulai retak dan terbelah-belah. Dari 10 rumah yang terkena dampak tersebut ada 3 (tiga) rumah yang memang ambruk dan tidak bisa ditinggali sama sekali.
Sabirin (60), salah satu warga yang terkena musibah menjelaskan bahwa ketika malam itu saat dirinya duduk santai di depan rumah. Sekitar pukul 21.15 Wib tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba terasa rumah mengayun kebawah dan terdengar suara kayu patah yang berasal dari bawah rumah (kolong rumah), ternyata suara itu berasal dari tiang rumah bagian tengah yang patah, sehingga dirinya bergegas keluar.
“Setelah keluar rumah ya seperti itu kejadiannya, ambruk tidak bisa ditempati lagi. Sebelumnya memang sudah antisipasi dengan membuat kerangka rumah. Karena musibah, pada malam itu juga saya membawa barang-barang yang ada di dalam rumah dan memindahkannya ke rumah yang baru akan dibangun itu hingga sampai subuh, takutnya barang-barang saya rusak atau tidak bisa diselamatkan makanya, saya paksakan malam itu juga membawa barang-barang yang masih bisa dibawa,” katanya, Sabtu kemarin.
Sementara, Kepala Desa Bintang Ninggi I, kecamatan Teweh Selatan, Efri Budi, Sabtu (8/6) mengatakan ada 10 (sepuluh) kepala keluarga yang bermukim di pinggiran sungai, yang rawan terkena longsor. Ia juga sudah melaporkan kejadian ini ke Camat Teweh Selatan.
“Kami hanya melaporkan melalui sambungan telepon karena terbentur libur lebaran. Senin kami akan melakukan rapat desa, guna mencari solusi penanganan dan sangat berharap bantuan dari pemerintah daerah, terutama untuk para korban yang rumahnya nyaris ambruk,” kata Budi.
Pihak desa pun jelas Kades Bintang Ninggi I, akan melaporkan ke pemerintah daerah agar sepuluh kepala keluarga yang bermukim di pinggiran sungai rawan longsor itu untuk direlokasi ke daerah yang lebih aman.
“Lahan untuk relokasi ada dan aman dari longsor, cuma kami pihak desa tidak ada dana guna membeli lahan itu. Mungkin wacana ini akan kami laporkan ke pemerintah daerah agar didapat solusi, merelokasi warga dari terjangan longsor,” terangnya.
Dihubungi terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, Gazali Montalatua di konfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya melalui bidang terkait sudah menurunkan tim guna mendata rumah rusak akibat longsor.
“Kejadiaan longsor itu sudah dilakukan pendataan dan segera akan dilaporkan ke pimpinan,” kata Gazali.(lna)