Tidak Relevan Berbicara DAS di Pilkada Gumas 2024

Bupati Gumas Jaya S Monong. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong menyambut baik aspirasi yang menginginkan adanya keterwakilan putra putri terbaik Gumas dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Rungan Manuhing ataupun Kahayan untuk mendampinginya sebagai calon wakil bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gumas 2024.

“Saya menghormati dan menghargai aspirasi yang berkembang di masyarakat. Di wilayah Gunung Mas dari dulu kita tidak pernah mengkotak-kotak, tidak pernah kita berbicara daerah aliran sungai. Gunung Mas adalah satu untuk semua,” kata Jaya, Senin (20/3).

Terdapat lima sungai di Gumas, menurut Jaya semuanya adalah satu kesatuan yakni Kabupaten Gumas dengan 12 kecamatan, 143 desa dan 13 kelurahan, dengan luas wilayah 10.804 kilometer persegi yang merupakan kabupaten terluas keenam dari 14 kabupaten di Kalteng.

“Saya berharap tidak ada pengkotak-kotakan masyarakat di wilayah ini dengan kita berbicara hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat. Kita semua adalah satu, masyarakat Kabupaten Gunung Mas dengan falsafah humae betang, belom bahadat,” tuturnya.

Menyoal wakil yang mendampinginya, figur yang siap maju kembali di Pilkada Gumas 2024 itu menegaskan kembali komitmennya memilih Efrensia LP Umbing.

“Saya tetap bersama Ibu Efrensia. Dalam menjalankan amanah masyarakat selama ini, kami (Jaya-Efrens) selalu bersama-sama, berjuang dan bekerja bersama. Tidak ada permasalahan yang terhadi diantara kami, hubungan kerja dan komunikasi kami baik. Kami seirama dalam menjalankan tugas dan kewajiban,” paparnya.

Jaya menyebut keputusannya memilih Efrensia sebagai calon wakil bupati di Pilkada 2024 sudah final dan tidak akan ada perubahan.

Diwartakan sebelumnya, salah satu tokoh masyarakat Gumas Suprapto Sungan mengingatkan semua pihak untuk tidak melupakan komitmen para pencetus pemekaran Kabupaten Gumas bahwa harus ada keterwakilan putra putri Gumas dari daerah aliran sungai Rungan Manuhing serta Kahayan.

“Siapapun nantinya yang maju di Pilkada Gunung Mas 2024, sejatinya harus ada keterwakilan putra putri terbaik Gunung Mas dari wilayah Rungan Manuhing. Kalau calon bupatinya dari wilayah Kahayan, maka calon wakil bupatinya harus ada dari wilayah Rungan Manuhing, atau sebaliknya,” kata Suprapto.

Menurutnya keterwakilan putra putri dari daerah aliran sungai Rungan Manuhing maupun Kahayan sangat penting. Kalau tidak ada keterwakilan secara psikologis berpotensi menimbulkan kekecewaan.

Suprapto merupakan figur yang pernah maju menjadi calon wabup pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Gumas 2018 mendampingi Cabup Lohing Simon dengan perolehan suara 20.378 suara atau 36,57 persen, berada di urutan kedua dari pasangan Jaya-Efrensia yang memperoleh 22.547 suara atau 40,47 persen, sedangkan pasangan Rony Karlos-Gaya memperoleh 12.787 suara atau 22,95 persen. (Nov/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait