Tidak Ada Perubahan Seragam Sekolah

Salah satu pakaian seragam Sekolah Dasar (SD) yang dipakai oleh Muhammad Danesh Arrafa, siswa SDN IV Kosongan Lama, yaitu pakaian Pramuka, yang dipakai setiap hari Sabtu.(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Katingan, Feriso menegaskan kepada semua sekolah, baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sesuai kewenangan Disdik Kabupaten Katingan, tidak ada perubahan seragam sekolah. Penegasan ini diungkapkannya kepada sejumlah awak media, di ruang kerjanya baru-baru ini. 

Adapun seragam siswa se tingkat SD, pada hari Senin dan Selasa memakai baju hem putih dengan celana pendek merah hati. Pada hari Rabu dan Kamis memakai baju hem batik khas daerah. Jum’at memakai setelan baju olahraga dan pada hari Sabtu memakai baju stelan seragam pramuka. Sedangkan untuk siswa SMP, pada hari Senin dan Selasa memakai baju hem putih dengan celana pendek biru. Pada hari Rabu dan Kamis memakai baju batik khas daerah. Pada hari Jum’at memakai stelan baju olahraga dan pada hari Sabtu memakai stelan baju pramuka. 

Jadi, dirinya meminta kepada para orang tua atau wali murid yang menyekolahkan anak-anaknya, agar jangan percaya terhadap isue yang mengabarkan terjadinya perubahan pakaian seragam sekolah. “Jika adanya perubahan seragam sekolah, kami selalu membuat edaran,” kata Feriso. 

Sehubungan dengan itu, dirinya mengingatkan kepada orangtua jangan segera menanggapi isue yang belum tentu kebenarannya. Kalau perlu tanyakan langsung kepada sekolah yang bersangkutan atau langsung ke Disdik Kabupaten Katingan. Sehingga, fihak sekolah ataupun Disdik bisa menjelaskan yang sebenarnya.

Meskipun kita di Indonesia menerapkan wajib belajar (wajar) 12 tahun, namun dalam urusan proses belajar mengajar di sekolah, fihak pemerintah menurutnya tidak pernah membebani para orangtua. Bahkan, jika semisalnya saja ada orangtua yang tidak mampu membeli pakaian seragam sekolah untuk anaknya, bisa saja memakai seragam sekolah bekas adik atau tetangganya yang sudah lulus sekolah. “Tidak harus memakai seragam sekolah yang baru,” ujarnya. 

Karena, fihak sekolah menurutnya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menimba ilmu secara gratis, tanpa membebani orangtua dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, fihak sekolah tidak pernah membebani para orangtua. “Makanya, siapapun ingin mengenyam pendidikan di sekolah, mulai pendaftaran hingga kelulusan tanpa dipungut biaya sepersen pun,” jelas mantan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini. (Kas/Aw)