Tekan AKI, Pemerintah Rencanakan GSI

Tim penilai lomba GSI tingkat Provinsi Kalteng ketika melakukan penilaian Posyandu di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan pada penilaian lomba GSI tingkat kalteng tahun 2019, Rabu (11/9).(Media Dayak : Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Untuk menekan angka kematian ibu (AKI) Pemerintah merencanakan suatu gerakan yang dikenal dengan istilah Gerakan Sayang Ibu (GSI).  GSI adalah gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, utamanya mempercepat penurunan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas dan angka kematian bayi (AKB).

“Dengan adanya GSI ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat untuk turut serta menjalankan program seperti Suami Siaga dilanjutkan dengan Masyarakat Siaga, Bidan Siaga dan Desa Siaga yang dikoordinasikan oleh Kecamatan Sayang Ibu dalam menurunkan angka kematian ibu,” kata Ketua Tim penilai GSI, Dra Marwati Sukwatini (Dinas P3APPKB Kalteng) saat akan melakukan penilaian GSI di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan, Rabu (11/9).

Dikatakan Marwati, GSI dan Posyandu memiliki keterkaitan terhadapa program teknis yaitu program bina gizi dan kesehatan ibu dan anak dengan sasaran meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat.

“Program bina gizi dan kesehatan ibu dan anak ini dilaksanakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) oleh posyandu dan GSI. Pelayanan KIA merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan dasar di Posyandu yang meliputi upaya pencegahan penyakit, perawatan dan pemulihan serta peningkatan kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Adapun pelayanan kesehatan ibu dan anak KIA digerakan sayang ibu merupakan faktor yang paling strategis untuk meningkatkan mutu SDM. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan yang cukup penting untuk menurunkan angka kematian bayi, dan ibu melahirkan.

“Dan mengurangi gizi buruk dan pencegahan stunting (gagal tumbuh kembang anak balita akibat gizi buruk kornis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama),” katanya lagi.

Penilaian lomba GSI tingkat Provinsi kalteng ini dilaksanakan di 8 (delapan) kabupaten yaitu Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara, Sukamara, Lamandau dan Kotawaringin Barat.

“Dengan adanya penilaian ini, kabupaten/Kota, kecamatan dan Desa/Kelurahan dapat mengetahui tingkat keberhasilan dan kekurangannya dalam operasional revitalisasi GSI, sehingga diharapkan apabila berhasil dapat mempertahankan keberhasilannya dan mengembangkannya. Apabila kurang berhasi maka Kabupaten/Kota, Desa/Kelurahan mencari penyebab dan solusinya,” imbuhnya.(lna)