Tanpa Skill,Generasi Muda Gumas akan Jadi Penonton

Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y Asin.(Media Dayak/Novri JKH)
Kuala Kurun,Media Dayak
Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda Gunung Mas (Gumas) Tahun 2025 yang diinisiasi Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Gumas di Aula Hotel Zefanya baru-baru ini,mendapat sambutan baik dari Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y Asin.
“Kami (DPRD) mengapresiasi kegiatan itu,sebagai salah satu upaya pemda mewujudkan entrepreneur-enterpreneur baru yang dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat khususnya kepada generasi muda,”ujar Herbert,Kamis (22/5/2025).
Herbert menyatakan, pelatihan peningkatan skill bagi generasi muda Gumas oleh perangkat daerah maupun pihak swasta sebuah keniscayan,agar di era sekarang ini jangan sampai generasi muda Gumas terjebak dalam keterbatasan skill, padahal generasi muda adalah penggerak pembangunan,back bone bagi masa depannya.
“Jujur saya katakan, kalau menurut saya, generasi muda di Kabupaten Gunung Mas ini masih minim skill. Hal ini harus menjadi atensi dari perangkat daerah yang ada di Gunung Mas. Akibat minim skill,akan berimbas pada meningkatnya pengangguran,”sebut Herbert.
“Tanpa skill,mereka hanya akan menjadi penonton dari perubahan yang terjadi saat ini,”tegasnya menambahkan.
Politisi Partai Golkar sarat pengalaman itu meyakini,dengan skill yang dimiliki, generasi muda Gumas bisa membuat lapangan kerja baru,misalnya di sektor pertukangan,wirausaha,dan sektor produktif lainnya.
“Pelatihan semacam itu harus berkelanjutan,dilaksanakan oleh perangkat daerah yang ada dalam upaya mewujudkan generasi muda Gunung Mas yang memiliki skill,supaya tidak menjadi penonton, tapi menjadi pelaku pembangunan,” imbau Herbert.
Diwartakan sebelumnya, Pemkab Gumas melalui Disdikpora menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda Gumas Tahun 2025 di Aula Hotel Zefanya, Senin (19/5/2025) lalu.
Kepala disdikpora Gumas Aprianto mengatakan, pelatihan kewirausahaan yang diberikan kepada para peserta yaitu cara membuat janur kuning dari pelepah kelapa,dimana pelepah kelapa merupakan bahan baku yang mudah didapat dan tidak membutuhkan alat yang mahal.
“Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menganyam atau membentuk pelepah kelapa menjadi janur kuning yang indah dan tahan lama,”ujar Apri.
Diakuinya, pelatihan menganyam dari pelepah kelapa ini sudah cukup langka. Sangat jarang sekali ada orang yang bisa membuat anyaman dari daun kelapa,seperti halnya janur kuning.
“Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,peserta nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi keluarganya dan masyarakat.Kegiatan ini juga memotivasi generasi muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja,tapi juga menciptakan lapangan kerja,”kata Apri. (Nov/Lsn)