Tahap Pertama Pembangunan Pasar Pendopo Dianggarkan Rp4 Milyar

Drs H Hajran Noor

Bacaan Lainnya

Muara Teweh, Media Dayak

   Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) tahun 2019 ini menganggarkan dana untuk pembangunan Pasar Pendopo Muara Teweh yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Barito Utara Drs H Hajran Noor didampingi Kepala Bidang Pasar Disdagrin Adi Hariadi, Kamis (7/2) di Muara Teweh mengatakan bahwa pembangunan Pasar Pendopo Muara Teweh ini tahap awalnya dianggarkan sebesar Rp4 milyar untuk pengerjaan penguatan tebing di Pasar Pendopo.

“Untuk membangun Pasar Pendopo yang beberapa waktu lalu terkena musibah kebakaran  memerlukan biaya yang cukup besar dalam penyelesaiannya yakni mencapai Rp60 miliar lebih. Tahun ini dana yang bersumber dari APBD Kabupaten untuk kegiatan fisik pembangunan pasar Pendopo Muara Teweh dianggarkan sebesar Rp4 miliar,” kata Hajran Noor.

Dikatakannya, saat ini untuk proyek pekerjaan pengutan tebing Pasar Pendopo ini dalam tahap pembuatan RAB gambar oleh konsultan. Sebelumnya telah dilakukan study kelayakan mengenai kontur tanah maupun lingkungan kawasan lokasi pembangunan pasar pendopo ini (FS).

“Jadi dilakukan FS terlebih dulu, baru kegiatan fisiknya. Untuk target penyelesaian proyek pengutan tebing Pasar Pendopo ini pada tahun 2019 ini,” kata Hajran Noor, Kamis di Muara Teweh.

Saat ditanyakan apakah dalam pembangunan Pasar Pendopo mendapat bantuan dana dari pusat dan provinsi? Kadisdagrin menyatakan bahwa pihaknya sudah membuat proposal ke pusat, melalui dana tugas pembantuan.

Setelah beberapa kali datang ke Kementrian, ternyata dana sebesar Rp60 miliar untuk pembangunan Pasar Pendopo tidak tersedia. Sebab Kementrian Perdagangan juga memiliki target program pembangunan 5 ribu pasar. Namun untuk Kabupaten Barito Utara memperoleh anggaran dana sebesar Rp6 miliar, untuk pembangunan pasar lainnya.

“Untuk dana dari Dinas Perdagangan Provinsi juga tidak ada, yang ada di provinsi dana Dekon untuk bantuan-bantuan seperti sembako, sementara untuk kegiatan fisik khususnya untuk pembangunan Pasar Pendopo tidak ada,” katanya.(lna)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *