Survei Lokadata; Siaran Gratis Piala Dunia 2026 di TVRI Dongkrak Ekonomi UMKM, Kepuasan Publik Tembus 89,9 Persen

Penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia bagi masyarakat Indonesia,tapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi hingga ke tingkat komunitas dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia bagi masyarakat Indonesia,tapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi hingga ke tingkat komunitas dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berdasarkan hasil survei Lokadata, sebanyak 78,1 persen responden mengaku mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) sedikitnya satu kali selama berlangsungnya turnamen. Dari aktivitas tersebut, rata-rata masyarakat mengeluarkan sekitar Rp 51 ribu setiap kali nobar atau mencapai sekitar Rp 145 ribu per orang sepanjang pelaksanaan Piala Dunia.

Pengeluaran tersebut mayoritas digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data internet, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Kondisi ini menciptakan perputaran ekonomi yang secara langsung memberikan manfaat bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Dalam siaran pers yang diterima mediadayak.id, Sabtu (18/7/2026), Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, mengatakan bahwa dari perspektif data, tingkat kepuasan dan apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026 oleh TVRI merupakan pencapaian yang sangat positif untuk sebuah ajang olahraga berskala global.

“Hasil survei Lokadata menunjukkan sentimen positif yang konsisten di berbagai wilayah Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi TVRI menghadirkan siaran gratis yang mudah diakses, dengan jeda iklan yang terbatas, mampu memenuhi harapan masyarakat untuk memperoleh akses terhadap informasi dan hiburan yang berkualitas,” ungkap Suwandi.

Suwandi menambahkan, tingginya tingkat kepercayaan publik juga tercermin dari besarnya rasa bangga masyarakat terhadap TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia 2026. Menurutnya, capaian tersebut menegaskan bahwa lembaga penyiaran publik memiliki peran strategis dalam menghadirkan tayangan berkualitas yang dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia tidak semata diukur dari kualitas siaran pertandingan, melainkan juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kepercayaan yang diberikan kepada TVRI sebagai penyiar resmi FIFA merupakan amanah yang kami jalankan untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati Piala Dunia secara gratis. Kami bersyukur penyelenggaraan ini tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan ruang kebersamaan serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di berbagai daerah,” kata Fiki.

Menurutnya, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa penyiaran publik mampu berperan sebagai penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dalam menciptakan manfaat yang jauh melampaui aspek hiburan.

Melalui akses siaran yang inklusif, momen kebersamaan yang tercipta selama turnamen, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, TVRI dinilai berhasil menghadirkan nilai tambah yang memperkuat fungsi penyiaran publik sebagai sarana informasi, hiburan, sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.(Nov/Aw)