Sungai Setalar Meluap Genangi Jalan Lintas di Kandui, Puluhan Kendaraan Roda dua dan Empat Tak Bisa Lewat

BANJIR DESA KANDUI-Puluhan kendaraan roda empat yang tertahan di wilayah Kandui Kecamatan Gunung Timang, jalan yang dilalui terendam banjir akibat Sungai Setalar meluap, Minggu (25/2).(Media Dayak:ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Puluhan kendaraan roda dua dan empat terpaksa harus bertahan ditengah jalan. Pasalnya jalan lintas Kandui, Kecamatan Ghunung Timang, Kabupaten Barito Utara digenangi air hingga mencapai 50 centi meter hingga satu meter. Kendaraan tak bisa melewati jalan tersebut baik yang akan keluar maupun yang masuk wilayah Kandui.

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan banjir terjadi sejak Minggu kemarin, karena hujan deras yang melanda wilayah setempat. Akibatnya sungai Setalar yang berada di wilayah setempat meluap hingga menggenangi ruas jalan tersebut.

“Air mulai meluap sejak Minggu kemarin, tapi masih belum meninggi, akan tetapi hujan tadi malam air semakin meninggi hingga menggenangi jalan,” kata Bani warga setempat, Senin (26/2)

Bani menuturkan akibat dari ketinggian air tersebut selain merendam ruas jalan Muara Teweh – Banjarmasin juga puluhan rumah warga ikut direndam banjir.

Hal yang sama dengan Rudi sopir angkutan travel untuk sementara jalan tidak bisa dilewati karena air begitu tinggi hingga 50 cm hingga satu meter. Untuk sementara berhenti menunggu air surut. “Entah berapa lama kita menunggu karena air masih belum surut,” katanya.

Sementara dua tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara telah dikerahkan ke Desa Kandui, Kecamatan Gunung Timang, Kalimantan Tengah, untuk membantu menangani banjir akibat luapan sungai Setalar.

“Dua tim BPBD sudah meluncur ke kandui mas, membawa perahu dan tenda,” kata Kabid Darlog BPBD Barito Utara, Rijali Hadi, saat dikonfirmasi media ini, Minggu (25/2) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketinggian air mulai naik sejak pukul 15.00 WIB dan hingga saat ini pukul 20.30 WIB masih terus meningkat. Ketinggian air di jalan raya negara sudah mencapai sekitar 60 cm, sehingga memutus akses jalan bagi kendaraan.

“Ada info dari relawan kita di Kandui warga meminta bantuan evakuasi motor dan barang berharga lainya yang terkurung di dalam rumah,” ujar Rijali Hadi.

Rijali Hadi mengatakan kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di Desa Kandui masih mengalami kenaikan. Saat ini, ketinggian banjir mencapai 50-100 cm. Tim BPBD di lokasi berjumlah 10 orang terus berkoordinasi dengan Tripika dan aparat desa di lokasi terdampak.

“Ketinggian air bervariasi, untuk wilayah terdalam di lokasi pasar lama. Untuk kendala di lapangan akses jalan menuju desa-desa lain terputus,” bebernya.

Ia juga menjelaskan bahwa hujan masih turun di lokasi banjir, sehingga data jumlah warga terdampak masih terus berubah. Tim BPBD di lokasi masih terus melakukan upaya memberikan bantuan evakuasi untuk warga.

“Kita juga mendirikan tenda untuk antisipasi jika ada warga yang perlu tempat pengungsian. Tim BPBD di lokasi dikoordinir oleh Hasnan dan Tedy,” tandasnya.

Akses jalan Muara Teweh-Banjarmasin dan sebaliknya masih bisa dilewati mobil dengan panduan. Namun, jika banjir terus mengalami kenaikan, kemungkinan besar jalan tersebut tidak bisa dilewati pada pagi hari nanti.

Camat Gunung Timang Winardi melaporkan bahwa banjir telah menggenangi wilayah Desa Kandui dan sekitarnya. BPBD saat ini sedang melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang terdampak dan kebutuhan mendesak di lapangan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir,” pungkasnya.(lna/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait