Sekolah Rakyat Lengkapi Pendidikan Bermutu dengan Bela Diri dan Perpustakaan 24 Jam
Jakarta, Media Dayak
Program Sekolah Rakyat terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara komprehensif, tidak hanya pada aspek akademik tetapi juga pembentukan karakter dan budaya literasi bagi siswa.
Pembekalan bela diri diberikan untuk menumbuhkan kedisiplinan dan kepercayaan diri, sementara perpustakaan 24 jam memperluas akses belajar dan minat baca. Upaya ini merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu dan inklusif bagi anak-anak Indonesia.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan siswa Sekolah Rakyat akan diberikan pembekalan seni bela diri sebagai bagian dari penguatan karakter. Mereka akan dilatih karate secara langsung oleh personel Brimob Polri.
“Tentu ini adalah satu hal yang kita butuhkan, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat. Dengan harapan anak-anak memiliki semangat untuk berprestasi, kemudian memperkuat sportivitas, kejujuran, lebih percaya diri,” kata Saifullah.
Lebih lanjut, Saifullah menyampaikan pemerintah juga berupaya meningkatkan literasi membaca para siswa melalui penyediaan perpustakaan modern di setiap Sekolah Rakyat.
“Perpustakaan ini adalah ujung tombak bagi Sekolah Rakyat. Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita ingin setiap Sekolah Rakyat memiliki perpustakaan modern yang dikelola dengan baik dan dilengkapi buku-buku terverifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan bangunan permanen Sekolah Rakyat akan dilengkapi perpustakaan berkonsep modern yang beroperasi selama 24 jam. Fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat umum dan pelajar dari sekolah lain dengan pengaturan jadwal tertentu
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang alternatif bagi siswa untuk beraktivitas secara positif. Maka itu ke depan perpustakaan ini tidak hanya untuk siswa Sekolah Rakyat, tetapi juga bisa diakses masyarakat umum dan sekolah lain dengan pengaturan yang baik,” jelas Saifullah.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional, Prof. Aminudin Aziz menyampaikan pihaknya telah mendistribusikan buku ke perpustakaan Sekolah Rakyat dengan rincian 1.500 buku untuk jenjang SD, 1.500 buku untuk jenjang SMP dan 1.000 buku untuk tingkat SMA.
“Nanti di sekolah rakyat yang gedung permanen akan kita tingkatkan lagi sesuai dengan kondisi. Intinya adalah pada kebutuhan buku yang sesuai keinginan siswa,” tuturnya.
Dengan berbagai penguatan tersebut, Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan budaya literasi yang baik. Sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.(Ist/ Lsn)