Sekda Yans Buka Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria

 

Sekda Yansiterson bersama Kepala Kantor Pertanahan Gumas Ferdinan Adinoto, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, sejumlah pejabat eselon tiga, sejumlah tokoh masyarakat, dan undangan lainnya usai membuka Rakor GTRA di Aula Hotel Zefanya, Rabu (31/8). (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Mas (Gumas) Yansiterson membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Gumas di Aula Hotel Zefanya, Rabu (31/8).

Membacakan sambutan Bupati Gumas Jaya S Monong, Yans mengatakan reforma agraria merupakan upaya menata kembali sistem politik dan hukum pertanahan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Reforma agraria dilaksanakan dalam dua tahapan yang berkesimbungan antara lain aset dan akses.

“Penataan aset memiliki arti bahwa penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah berdasarkan hukum dan peraturan perundangan pertanahan,” ujar Yans.

“Sedangkan penataan akses memiliki makna penyediaan sumber-sumber ekonomi, pengetahuan, dan teknologi untuk mengembangkan kemampuan dalam mengelola tanahnya sebagai sumber kehidupan,” sambung Yans.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gumas itu melanjutkan, penataan akses perlu dilakukan, bukan hanya untuk mendapatkan hak atas tanah, tapi juga pendampingan dalam mengelola aset tanahnya.

Tujuan utama dalam penataan akses yaitu bagaimana tanah yang telah dilegalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, mendorong inovasi kewirausahaan, serta meningkatkan produktivitas tanah.

“Subjek reforma agrarian bukan hanya untuk perorangan, tetapi dapat menyasar kepada kelompok masyarakat ataupun badan hukum,” terangnya.

Pria yang sama sekali tidak tertarik masuk ke dunia politik seperti halnya Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Gumas 2024 itu berharap adanya Rakor GTRA ini dapat menciptakan kesepahaman dan kesepakatan bersama mengenai arah kebijakan dan penanganan reforma agraria serta penguatan kapasitas pelaksanaan reforma agraria di Gumas.

“Kolaborasi yang baik antar lembaga/instansi dan pemangku kepentingan, dapat mensukseskan kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria di Kabupaten Gunung Mas,” katanya.

Kepala Kantor Pertanahan Gumas Ferdinan Adinoto menyampaikan tugas dari GTRA, yakni inventarisasi, identifikasi, pengolahan, analisis dan updating data TORA dalam rangka penataan aset. Pengumpulan data potensi penataan aset yang berkolaborasi dengan instansi terkait di tingkat daerah.

Melaksanakan kegiatan integrasi penataan aset dan penataan akses di tingkat kabupaten. Memfasilitasi penyelesaian sengketa dan konflik agrarian di tingkat kabupaten, serta mencanangkan pembentukan kampung reforma agrarian dengan melibatkan peran serta organisasi perangkat daerah dalam memberikan akses kepada sumber-sumber ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan dihadiri sejumlah Kepala Perangkat Daerah, sejumlah pejabat eselon tiga, sejumlah tokoh masyarakat, dan undangan lainnya. (Nov/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait