Sekda Richard Tegas, Kehadiran Investor Harus Berdampak Positif bagi Kemandirian Masyarakat Lokal.

Sekda Gumas, Richard didampingi Kepala Bapperida Gumas, Yantrio Aulia berfoto bersama peserta Sosialisasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT. KSK – YTS Tahun 2026 di Aula Bapperida Gumas, Kamis (12/2/2026).(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Sinergi dan investasi di daerah bukan hanya soal angka pertumbuhan ekonomi atau eksploitasi sumber daya alam. Lebih dari itu, kehadiran investor seperti PT. Kalimantan Surya Kencana (KSK), harus memberikan dampak positif yang nyata bagi kemandirian masyarakat lokal. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Mas (Gumas) Richard kala membuka Sosialisasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT. KSK – YTS Tahun 2026 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Gumas, Kamis (12/2/2026).

Richard menyatakan, program PPM ini hendaknya bukan sekedar kewajiban regulasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan sosial perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar. “Saya memberikan apresiasi atas langkah PT. KSK yang menggandeng Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) sebagai mitra pelaksana, mengingat rekam jejak mereka yang cukup panjang dalam pemberdayaan Masyarakat,” ujar Richard.

Lebih lanjut Richard menyampaikan beberapa poin penting yakni kesesuaian dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Gunung Mas 2025-2029, dirinya berharap program yang disusun sinkron dengan visi-misi Kabupaten Gumas termasuk program unggulan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gumas, yaitu program tambun bungai.

Program ini dikemas dalam pilar utama yang saling terintegrasi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat dari aspek infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pelestarian budaya dan identitas daerah.

Lima pilar utama program Tambun Bungai antara lain, Tambun Bungai Maju, Tambun Bungai Sehat, Tambun Bungai Cerdas, Tambun Bungai Mandiri, Tambun Bungai Bermatabat.

“Saya ingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama PBS telah menyelenggarakan Musrenbang CSR tanggal 6 Agustus 2025 lalu di Hotel Lumire Jakarta Pusat, dimana menghasilkan sebuah kesepakatan. Kami berharap PPM ini sebagai pelengkap dan hasil kesepakatan dari Musrenbang CSR sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan program CSR di Kabupaten Gunung Mas,” beber Richard.

Richard menekankan,dalam pemberdayaan, jangan hanya bersifat bantuan sesaat (charity), tapi harus mampu menciptakan kemandirian agar saat operasional perusahaan berakhir, masyarakat sudah memiliki pondasi ekonomi yang kuat.

“Transparansi dan partisipasi melibatkan masyarakat sejak tahap perencanan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan riil di desa dan kelurahan,bukan sekedar keinginan Perusahaan,” tegasnya.

Kepada kepala OPD dan instansi teknis lainnya, Richard minta untuk mendukung penuh dan memfasilitasi program ini. “Mari kita jaga iklim investasi yang kondusif agar kolaborasi seperti ini dapat terus berjalan maksimal,” pungkas Richard.(Nov/Aw)