Sekda Richard Pimpin Rakor Pencegahan Stunting

TPPS Gumas menggelar Rakor di Aula Bapperida, Jumat (31/5/2024) dipimpin Sekda Gumas Richard F.L didampingi Kepala Bapperida Yantrio Aulia, Kadinkes Arnold, Kadis DP2KBP3A Rina Sari, seluruh Kepala Puskesmas di wilayah Gumas, dan seluruh Perangkat Daerah yang tergabung dalam TPPS. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Jumat (31/5/2024).

Rakor dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Richard F.L didampingi Kepala Bapperida Yantrio Aulia, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Arnold, Kadis DP2KBP3A Rina Sari, seluruh Kepala Puskesmas di wilayah Gumas, dan seluruh Perangkat Daerah yang tergabung dalam TPPS.

Dalam release yang disampaikan,Kepala Bapperida Yantrio Aulia mengatakan, dalam rakor dibahas rencana tindak lanjut pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Gumas.

“Beliau [sekda] menyampaikan, tiga aksi konvergensi akan dilakukan dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Gunung Mas, yaitu segera disusun Instruksi Bupati Gunung Mas untuk pelaksanaan aksi serentak ini di Kabupaten Gunung Mas,”jelas Yantrio.

Incha sapaan akrab Yantrio Aulia menyatakan, selanjutnya akan dilaksanakan Timbang Ukur Balita diseluruh Posyandu dengan alat Antropometri yang terstandar dan terkalibrasi dengan baik.

“Kick off nya direncanakan dilakukan tanggal 5 Juni 2024 di Taman Kota Kuala Kurun, dan setelah itu diikuti oleh seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Gunung Mas,” ujar Incha.

Alumnus SMAN 1 Palangka Raya itu memastikan, hasil timbang ukur secara serentak serta intervensi dalam jadwal waktu yang telah ditentukan harus segera dilaporkan melalui sistem e-PPGBM.

Seluruh OPD yang termasuk dalam TPPS diharapkan melaksanakan intervensi sesuai dengan peran dan tugasnya masing-masing, agar pelaksanaan intervensi secara serentak dapat memberikan hasil yang maksimal.

“Seluruh kepala puskesmas yang hadir dalam rakor, secara serius mendengarkan arahan sekda dan memberikan masukan serta saran bagi kelancaran pelaksanaan intervensi stunting secara serentak di Kabupaten Gunung Mas,”sebutnya.

Perlu diketahui, Pemkab Gumas berharap tahun 2024 ini bisa mendapat peningkatan dana insentif fiskal sebesar Rp 10 miliar dari pemerintah pusat melalui Kementrian Keuangan dari kinerja baik yang dilakukan terhadap upaya penurunan stunting, dimana kasus stunting di Gumas mengalami penurunan 12,9 persen, terendah se-Kalimantan Tengah.

Untuk tahun 2023 yang lalu Gumas mendapatkan dana insentif fiskal sebesar Rp 5.969.079. Tahun 2025 kasus stunting di Gumas diharapkan turun dibawah 10 persen.

Penurunan stunting di Gumas terjadi karena kolaborasi yang baik dari semua pihak yang memiliki kepedulian yang sama dalam penanganan stunting.

Penanggulangan stunting harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Stunting adalah masalah bersama yang membutuhkan penanganan dalam semua tingkat, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga produktivitas masyarakat meningkat.

Memberikan edukasi ke masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui agar mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Pola pikir masyarakat pun harus berubah menyangkut pola hidup bersih dan sehat, sanitasi yang sehat, menghindari pernikahan usia anak, dan makan makanan yang bergizi agar stunting tidak terjadi. (Nov/Lsn)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait