Sekda Richard Hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Tingkat Kecamatan Kurun

Sekda Gumas Richard mewakili Bupati Gumas Jaya Samaya Monong menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Tingkat Kecamatan Kurun di Aula Kantor Kecamatan Kurun, Senin (2/2/2026). (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) terus menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan tepat sasaran. Hal ini tercermin dari kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Richard dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Tingkat Kecamatan Kurun, yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kurun, Senin (2/2/2026).

Membacakan sambutan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Sekda Richard menegaskan Forum ini merupakan tindak lanjut dari Kick Off Penyusunan RKPD Tahun 2027 yang kita laksanakan pada 16 Desember 2025 lalu dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD yang baru saja kita laksanakan pada 13 Januari 2026, sebagai tahapan menyusun perencanaan Pembangunan tahun 2027.

“Untuk mengarahkan fokus kita, mari kita mulai dari apa prioritas kita pada tahun 2027, adapun tema Pembangunan kita adalah “Peningkatan Kualitas SDM yang Unggul dan Produktif Berbasis Pemerataan Pembangunan Daerah”. Tema Pembangunan ini tidak berdiri sendiri, melainkan harus bersinergi kuat dengan Program Quick Win Presiden Republik Indonesia,” jabar Richard.

Sekda menyebut, untuk mewujudkannya terdapat 10 prioritas pembangunan yang harus dilaksanakan Pemkab Gumas.

“Kami sangat menyadari bahwa kemampuan keuangan daerah kita pada beberapa tahun ini sangat terbatas, Dimana salah satu penyebabnya adalah pemusatan focus penganggaran Pemerintah Pusat ke program strategis Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden sehingga porsi TKD (Transfer Keuangan ke Daerah) yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sangat minim sekali,” beber Richard.

Selain itu lanjut Richard, realisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) sampai dengan tahun 2025 kontribusinya bagi APBD kita juga masih dibawah 10%. “Oleh karena itu, Musrenbang ini bukan sekadar menyusun “daftar keinginan”, tetapi menyusun “Daftar Kebutuhan Prioritas”. Bila ternyata yang diusulkan tidak sesuai dengan tema dan prioritas pembangunan dimaksud, saya berharap kecamatan dan perangkat daerah sebagai verifikator dapat memilah dan menyaring usulan tersebut,” ucapnya.

Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum penting untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Richard menekankan pentingnya perencanaan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat, agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata.

“Musrenbang ini adalah ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Setiap usulan harus disampaikan secara jelas, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” ujar Richard di hadapan peserta Musrenbang.(Nov/Aw)