Sekda Kobar : Jangan Sampai Anak Yatim Putus Sekolah

Sekda Rody Iskandar memberikan sambutan mewakili Bupati Kobar, di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangkalan Banteng, (16/6) (Media Dayak/Ist)
 
Pangkalan Bun, Media Dayak 
 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menegaskan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada anak yatim, khususnya dalam memastikan mereka tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar, Rody Iskandar, saat menghadiri kegiatan pengajian dan santunan anak yatim di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangkalan Banteng, Selasa (16/6).
 
Dalam sambutannya, Rody Iskandar yang hadir mewakili Bupati Kobar Hj. Nurhidayah menyampaikan bahwa bulan Muharram memiliki makna istimewa sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim. Menurutnya, perhatian kepada anak yatim tidak hanya menjadi tuntunan agama, tetapi juga merupakan tanggung jawab sosial seluruh elemen masyarakat.
 
“Anak-anak yatim adalah bagian dari masa depan daerah yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai ada anak yatim yang putus sekolah atau mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya karena kurangnya perhatian dari lingkungan sekitar,” ujar Rody.
 
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat jaring pengaman sosial melalui berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dengan mendorong kegiatan santunan anak yatim yang selama ini telah dijalankan oleh berbagai lembaga keagamaan dan masyarakat.
 
Pada kesempatan tersebut, Rody juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Darussalam yang secara konsisten melaksanakan kegiatan santunan anak yatim sejak tahun 2005.  Dan komitmen tersebut menjadi contoh nyata kepedulian sosial yang patut diteladani dan terus dikembangkan.
 
“Pemerintah sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Darussalam. Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu meringankan beban anak-anak yatim, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat,” katanya.
 
Sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah, Rody mengungkapkan bahwa Pemkab Kobar berencana menggelar gerakan santunan bagi 1.000 anak yatim pada 10 Muharram 1448 Hijriah mendatang. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak yatim di seluruh wilayah Kotawaringin Barat.
 
“Mudah-mudahan gerakan ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap anak yatim. Kepedulian yang tumbuh bersama akan memberikan dampak besar bagi masa depan mereka,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Ustadz Munawir, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah terhadap program santunan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. 
 
“Atas dukungan tersebut, akan  menjadi penyemangat pihak kami di pesantren untuk terus menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya. 
 
Senada dengan itu, Kepala Desa Sidomulyo, Tukadi, mengatakan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian warga menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan serta mendukung berbagai kegiatan sosial di desa. 
 
“Kami berharap tradisi berbagi kepada anak yatim dapat terus dipertahankan dan semakin berkembang di masa mendatang,” tuturnya. 
(MMC Kobar/Rd/Lsn)