Sekda Kalteng Sebut Penderita Ispa Bukan Karena Karhutla

Fahrizal Fitri
Palangka Raya, Media Dayak
Memasuki kemarau panjang Juli ini, warga Kalimantan Tengah (Kalteng) terancam terkena serangan ispa (inpeksi saluran pernapasan atas). Sedikitnya 327 warga tercatat mulai terkena ispa.
Hanya saja, saat dikonfirmasi terkait hal itu Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, Rabu (3/7), menjelaskan Ispa yang memapar warga itu tidak disebabkan asap dari kebakaran hutan dan lahan.
“Saya sudah tanya ke Dinas terkait, mereka itu tidak disebabkan kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), tetapi karena sebab lain,” seperti kelembaban udara di sore maupun pagi hari,” terang Fahrizal Fitri.
Diharapkan memasuki kemarau Dinas terkait mempersiapkan diri dengan menghimbau warga menjaga kesehatan, misalnya menghindari diri dari udara yang lembab, maupun upaya lainnya.
Pasalnya menurut Sekda, dampak kemarau, lahan dan hutan rawan terbakar, dan terbukti beberapa hari terakhir sudah ada lahan warga yang terbakar. Akibatnya, kabut asap dan membawa dampak negatif terhadap kesehatan warga, seperti serangan Ispa.
Saat ditanya langkah antisipasi dampak kemarau dan memanasnya suhu udara di Kalteng, Fahrizal Fitri mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi sedang menyurati Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) guna meminta bantuan helikopter water boomer.
Tidak tanggung-tanggung, Fahrizal Fitri menyebut, Kalteng meminta 6 (enam) unit helikopter pembom air. Helikopter tersebut akan ditempatkan di Kota Palangka Raya, Sampit dan Pangkalan Bun Kotawaringin Barat.
Permohonan permintaan bantuan helikopter dimaksud menurut Fahrizal telah diproses. Dan biaya operasionalnya bersinergi dengan BPBN atau Pemerintah Pusat.
“Diharapkan dengan bantuan helikopter pembom air tersebut mampu menekan meluasnya Karhutla bila ditemukan,” tutupnya.(YM)