Sejumlah Ruas Jalan Di DAS Barito Banyak Mengalami Kerusakan

Siswandi
Palangka Raya, Media Dayak
Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti sejumlah pelaksanaan pembangunan khususnya bidang infrastruktur jalan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng yang membidangi Infrastruktur dan Ketenagakerjaan Siswandi mengatakan, saat kunjungan kerja (Kunker) ke wilayah DAS Barito, dirinya mendapati sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan.
“Saat ini, beberapa ruas jalan di wilayah Barito memang cukup banyak yang rusak. Perlu adanya perhatian dari pihak Pemerintah agar kerusakan-kerusakan jalan ini segera ditangani,” ucap Siswandi, Senin (20/07/2020).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya ini juga mengungkapkan, beberapa ruas provinsi itu ditemukan sejumlah spot atau titik yang mengalami kerusakan. Beberapa diantaranya, jalan dengan kondisi masih berbahan dasar tanah, bahkan sulit dilalui dikarenakan cukup licin ketika hujan.
“Sejumlah hal yang menjadi perhatian seperti harapan adanya peningkatan jalan di beberapa ruas jalan, seperti di Km 34 ruas Hayaping, yang ditemukan kerusakan dibeberapa titik. Hal ini mengingat jalan tersebut sangat bermanfaat bagi kelancaran arus transportasi barang, jasa dan orang. Bahkan saat hari hujan, sejumlah jalan menjadi licin serta becek, akhirnya pengendara terpaksa melewati jalan yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat setempat,” ujarnya.
Selain itu, sambungnya, jalur yang terbuat dari kayu buatan warga itu, mau tidak mau jadi alternatif utama bagi pengendara. Selain itu juga mesti mengeluarkan dana, kendati itu sifatnya hanya sukarela saja.
Untuk itu dirinya berharap agar persoalan ini, bisa mendapat tindaklanjut di lapangan. Intinya ada perbaikan dari instansi terkait, walaupun tidak dilakukan dalam waktu dekat. Yang terpenting, mesti ada perencanaan dalam perbaikan ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Jalan rusak juga berakibat bagi masyarakat khususnya petani yang kesulitan dalam menjual ataupun membawa hasil tani/kebun. Ini yang kita harapkan ada perhatian agar bisa diperbaiki kedepan,” pungkasnya. (Nvd/aw)