Sapras Pendidikan di Katingan Perlu Ditingkatkan

Lantas Sinaga
Palangka Raya, Media Dayak
Sejumlah sekolah di Kabupaten Katingan, perlu peningkatan sarana dan prasarana (Sapras). Pasalnya, sampai sekarang ini masih banyak sekolah di wilayah ini yang masih kekurangan sarana dan prasarana. Permintaan itu disampaikan, masyarakat di Kabupaten Katingan kepada Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), saat melaksanakan reses, beberapa waktu lalu.
Menurut Anggota DPRD Kalteng, P. Lantas Sinaga, setiap kali melaksanakan reses, pihaknya banyak menerima aspirasi dari masyarakat. Salah satunya dari bidang pendidikan, dimana masyarakat di Kabupaten Katingan mengharapkan adanya peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
Hal ini sangat diharapkan masyarakat guna mendukung program di bidang pendidikan. Seperti aspirasi masyarakat di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan,masyarakat setempat meminta kepada Pemerintah untuk membangun gedung sekolah baru di Desa tersebut.
Pasalnya gedung sekolah yang ada, terutama sekolah dasar (SD) sudah perlu penambahan dengan semakin bertambahnya peserta didik yang masuk ke sekolah di Desa tersebut. “Pihak sekolah meminta adanya rehap pembangunan gedung sekolah sebanyak 6 ruang kelas,” kata Sinaga, saat dibincangi media ini, di gedung Dewan, jalan S.Parman, belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut ungkap Sinaga, pihak sekolah juga meminta tambahan ruang kelas baru, karena kondisi sekolah saat ini, ada dua ruang kelas yang siswanya sudah melebihi batas maksimum, yakni menampung lebih dari 40 siswa dalam satu ruangan.
“Karena over kapasitasnya ruangan tersebut, maka dirasakan kurang efektif dalam proses belajar mengajar,” ungkap anggota Komisi A, yang membidangi Hukum dan Pemerintahan ini.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, selain gedung sekolah, disampaikan juga mengenai kondisi bangunan rumah dinas kepala sekolah dan guru-guru yang ditempatkan untuk mengabdi di desa tersebut. Karena kondisinya sudah tidak layak karena bangunan tersebut dibangun sejak 1985/1986 lalu, sampai sekarang ini belum ada perehaban.
“Kemudian usulan dari kepala SD Negeri Petak Bahandang juga mengusulkan pengadaan meubeler sekolah, seperti kursi, meja dan lemari untuk menunjang proses kegiatan belajar-mengajar,” pungkas Politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.(Nvd)