Riantoe Puji Aksesibilitas Pendidikan di Gumas

Anggota DPRD Gumas Riantoe. (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas) Riantoe menilai sangat baik sasaran yang digarap Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) untuk memajukan pendidikan di Gumas salah satunya melalui peningkatan aksesibilitas pendidikan.

“Aksesibilitas pendidikan di Kabupaten Gunung Mas sangat penting dalam mendukung kemajuan pendidikan di wilayah ini,” kata Riantoe berbicara melalui sambungan telepon, Kamis (6/1).

Sekretaris komisi tiga yang merupakan mitra kerja Disdikpora itu berpendapat, aksesibilitas pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas peserta didik dan tenaga kependidikan   dalam mendukung konsep dasar pembangunan Kabupaten Gumas yakni  smart human resources, smart agro dan smart tourism.

“Kemajuan daerah ini salah satunya melalui pendidikan yang mencetak masyarakat dengan SDM (sumber daya manusia) unggul. Kita tidak bisa mensimplikasikan arti pendidikan sebagai pilar utama yang membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan,” urai dia.

Diwartakan sebelumnya, Kadisdikpora Gumas Esra menyampaikan beleid (kebijakan) yang sudah dilakukan selama tahun 202 dalam peningkatkan aksesibilitas pendidikan di Gumas, yakni pemberian subsidi pendidikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan melalui pemberian Kartu Gumas Pintar (KGP) untuk 1.699 peserta didik, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk 5.739 peserta didik.

“Pengadaan sarana pendidikan guna mendukung tercapainya proses pembelajaran yang efektif melalui memberikan bantuan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dari DAK, dan bantuan pemerintah pusat sebanyak 744 buah chromebook atau computer,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, pembangunan prasarana pendidikan di tempat yang masih kekurangan, serta pemeliharaan rutin untuk prasarana pendidikan yang telah ada, melalui rehablitisi ruas kelas PAUD, SD dan SMP sebanyak 109 ruang kelas, serta rehablitisi ruas kelas penunjang (ruang UKS, perpustakaan, ruang guru dan laboratorium) untuk PAUD, SD dan SMP.

“Kita (Disdikpora) juga membangun ruang area bermain beserta APE (alat permainan edukatif) luar ruang, rehab dan pembangunan toilet. Yang sudah kita lakukan di tahun 2021 akan kita lanjutkan di tahun ini,” tutur Esra.

Kemudian, tambah dia, penggabungan terhadap sekolah berdasarkan prinsip efisiensi dan efektifiktas. Namun beleid ini belum bisa dilaksanakan dengan pertimbangan jarak sekolah dan warga masyarakat.

“Tahun ini akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan warga sekolah yang akan dilakukan penggabungan,” demikian Esra memungkas. (Nov/Aw)